KLHK Minta Kemenparekraf Tetap Perhatikan Aspek Konservasi dalam Pengembangan Destinasi Wisata

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Nov 2019   14:31 WIB

Komentar
KLHK Minta Kemenparekraf Tetap Perhatikan Aspek Konservasi dalam Pengembangan Destinasi Wisata

Suasana pertemuan KLHK dengan Kemenparekraf (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen untuk bisa mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan tetap menghormati alam, budaya, dan sumber daya di wilayah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo, saat mendatangi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, di Jakarta, Kamis (14/11/2019) kemarin.

"Jadi memang tujuan kami datang kesini, bagaimana kita tidak hanya berkoordinasi, tapi juga bekerjasama tanpa adanya tumpang tindih. Tentunya supaya bisa sama-sama berjalan antara pengembangan wisata dan konservasi itu sendiri," kata Wamen Angela. 

Baca Lainnya : KLHK Dorong Dua RUU Masuk Prolegnas Tahun 2020-2024

Wakil Menteri LHK Alue Dohong mengungkapkan, KLHK khususnya di Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) memiliki banyak sumber daya alam terutama konservasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Taman nasional yang belum terekspose dan menjadi destinasi wisata yang dapat menumbuhkan perekonomian dan kesempatan kerja. 

"Kami menyambut baik, misalnya investasi wisata di kawasan konservasi. Perlu kita diskusikan lagi terutama bagaimana langkah-langkah kerjasamanya, baik itu dalam hal promosi, sekaligus misi utamanya untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup di kawasan konservasi," kata Wamen Alue Dohong 

Wamen Alue Dohong menjelaskan  khususnya yang di kawasan konservasi memang potensinya besar untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi prinsip-prinsip menjaga lingkungannya, dengan tidak merubah bentang alam yang masif dan tidak menyebabkan gangguan terhadap flora dan fauna.

Baca Lainnya : KLHK Akan Libatkan Masyarakat dalam Kelola Kawasan Konservasi

"Itu prinsip utama. Wisatawan datang itu karena keindahan alamnya, sehingga harus kita jaga," tambahnya.

Dari pertemuan ini, Wamen Alue Dohong menyampaikan sejumlah kesimpulan. Yang pertama, yaitu perlu segera dilakukan review terhadap MoU antara dua kementerian ini yang akan habis tahun depan.

Kedua, perlu dilakukan perluasan koordinasi kementerian/lembaga (K/L) lain diantaranya Kementerian Desa, Kementerian BUMN, dan Kemendikbud. Ketiga, perlu dilakukan identifikasi program kerjasama pengembangan wisata antara KLHK dan Kemenparekraf di luar destinasi wisata prioritas dan super prioritas. 

Keempat, perlu ada pertemuan dengan Pemda untuk mengetahui kondisi hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan selama ini. Kelima, perlu dibuat tabulasi peran masing-masing stakeholder, dan dilakukan pertemuan secara berkala untuk evaluasi kemajuan kerjanya.

Pada pertemuan ini, Wamen Alue Dohong didampingi oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Direktur Kemitraan Lingkungan,  Plt. Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Darat.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: