Pemakaian Antibiotik Serampangan pada Ternak dapat Mengancam Kesehatan Manusia

TrubusNews
Thomas Aquinus
15 Nov 2019   13:00 WIB

Komentar
Pemakaian Antibiotik Serampangan pada Ternak dapat Mengancam Kesehatan Manusia

Drh. Wayan Wiryawan dari Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia. (Foto : Trubus.id/TH A Krisnaldi G)

Trubus.id -- Penggunaan antibiotik secara serampangan pada peternakan hewan dinilai dapat merugikan keberlanjutan kesehatan pada hewan itu sendiri.  Drh. Wayan Wiryawan dari Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia mengatakan, kalau peternak serampangan menggunakan antibiotik akan mengancam usahanya sendiri. “Cepat atau lambat akan mengalami kerugian sudah di depan mata”, katanya.

Wayan juga menyampaikan bahwa pemakaian antibiotik menjadi tantangan dalam beberapa tahun belakangan karena banyak yang sudah resisten.

“Saya selalu bilang pada peternak pemakai antibiotik untuk pencegahan lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Jadi lebih banyak tidak baik untuk kesehatan hewan itu sendiri. Dan ini sudah menjadi tantangan di industri sektor peternakan khususnya di perunggasan”, ujarnya saat menjadi pembicara seminar media: Pekan Peduli Antibiotik Sedunia 2019 di GO WORK, FX Sudirman, Jakarta, Kamis (14/11). 

Baca Lainnya : Lawan Bakteri Tanpa Obat dengan 11 Antibiotik Alami Berikut Ini

Dijelaskannya, bahan turunan mikrosida sebagai antibiotik akhir-akhir ini menjadi sumber masalah karena untuk menciptakan antibiotik yang baru bahwa sejak tahun 1980 sudah tidak lagi ditemukan antibiotik generasi terbaru.

“Karena biayanya mahal, risetnya panjang dan juga untuk pembuktian bisa menghasilkan menjadi obat yang aman dipakai dan efektif digunakan”, katanya. 

Wayan menegaskan, jika antibiotik digunakan secara serampangan juga akan menimbulkan super bug jadi multi resistensi yang dapat menimbulkan bencana kemanusiaan. Hal ini akan berdampak bagi industri bagi industri peternakan dan bagi kesehatan manusia. 

“Jadi digunakan pada industri peternakan tapi punya dampak bagi kesehatan manusia”, katanya. 

Baca Lainnya : Resistensi Antimikroba jadi Ancaman Global, Kementan Ajak Semua Pihak Turun Tangan

Antibiotik yang digunakan secara serampangan selain menimbulkan resistensi juga mengakibatkan makin meningkatnya kuman patogen menjadi resisten terhadap reaksi dari satu atau lebih jenis antibiotik. 

Menurutnya jika hal tersebut tidak segera ditangani, diperkirakan akan terjadi bencana kemanusiaan melebihi kematian yang disebabkan oleh kanker, diabetes maupun penyakit metabolik yang lain. "Negara yang yang paling terdampak adalah negara-negara yang sedang berkembang dengan 4,7 juta ancaman di Asia dan 4,1 juta ancaman kematian karena resisten di kawasan Afrika", ujarnya.

Wayan menegaskan, industri peternakan paling dikhawatirkan dapat menyebarkan bakteri resisten dari peternakan tersebut karena penyebarannya dapat melalui tanah yang terkontaminasi atau air yang terkontaminasi bisa menyebar kemana-kemana. 

Baca Lainnya : Study Ungkap, Teh hijau Bisa Menjadi Kunci untuk Kurangi Resistensi Antibiotik

Kotoran hewan yang diberi antibiotik akan mengandung antibiotik karena kebanyakan antibiotik tidak dapat hancur, sehingga sebagian besar keluar lagi dalam kotoran hewan. Jadi ketika kotoran hewan tersebut digunakan sebagai pupuk kandang dan tidak diolah dengan benar, hal ini membuat tanaman pangan yang dimakan mentah dapat menularkan kuman penyakit (Salmonella pada salad, E.oli pada kecambah). 

Guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar, Wayan mengajak peternak untuk merubah mindsetnya.  “Peternak itu lebih menekankan ke cost lebih murah dari pada aktivitasnya, nah ini yang harus kita rubah mindsetnya. Jadi harus memilih produk yang bagus”, katanya. 

Dirinya juga menekankan kepada peternak untuk melakukan pencegahan antimicrobial resistance (AMR) untuk menggunakan antibiotik secara rasional yang berkualitas baik dan hanya untuk pengobatan. Selain itu juga bisa menggunakan produk alternatif selain antibiotik yang sudah dipasarkan yang didasarkan pada penelitian, pengembangan dan veirfikasi. Terapkan biosekuriti ekosistem untuk menerapkan good farming praktis dan biosekuriti level yang lengkap. [NN]
 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: