Aktivitas Warga Kembali Normal Pascagempa Bermagnitudo 7,1 di Jailolo, Maluku Utara

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Nov 2019   10:00 WIB

Komentar
Aktivitas Warga Kembali Normal Pascagempa Bermagnitudo 7,1 di Jailolo, Maluku Utara

Ilustrasi - gempa (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat pascagempa bermagnitudo 7,4 yang dimutakhirkan menjadi 7,1, Kamis (14/11) pukul 23.43 WIB, pagi ini aktivitas warga setempat sudah kembali normal. Pantauan BPBD di lapangan menyebut warga telah kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat Imron Loloroi mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan patroli dan pendataan terkait situasi di lapangan.

“Gempa susulan dirasakan cukup kuat,” kata Imron melalui pesan digital pagi ini (15/11).

Diakui Imron, situasi Kota Bitung dalam kondisi normal. Namun masih ada masyarakat yang bertahan di tempat tinggi karena ada gempa susulan. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa.

Pantauan di Kota Ternate menggambarkan bahwa aktivitas masyarakat cenderung normal. Pusdalops BNPB menerima informasi yang menyebutkan belum ada laporan warga kota terkait kerusakan, termasuk korban. BPBD Kota Ternate masih intens melakukan pemantauan sambil mengkomunikasikan dengan pihak Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua serta pulau lain di wilayah terluar dari Kota Ternate yang berdekatan dengan pusat gempa. Pihak kelurahan setempat masih melakukan pendataan terkait kerusakan di wilayah tersebut.

BPBD Kota Ternate juga menginformasikan bahwa warga yang semalam menjauh dari pantai  pagi ini mulai berangsur kembali ke rumah. BPBD mengimbau untuk selalu siap siaga terkait dengan gempa susulan.

Sementara itu, Kapala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengungkapkan, data Pusdalops BNPB mencatat 2 orang mengalami luka atas nama Delvi Peo dan Mesin Bunga. Keduanya berasal dari Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.

“Sedangkan dampak kerusakan, gempa memicu kerusakan di Kota Ternate seperti rumah dan rumah ibadah rusak ringan. Pusdalops BNPB mencatat 6 rumah rusak ringan, di antaranya di Kelurahan Mayau 3 unit, Lekewi 2 dan Bido 1. Semuanya di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, sedangkan 2 unit gereja rusak ringan di Kelurahan Bido dan Lelewi,” kata Agus melalui pesan singkatnya.

Diakui Agus, upaya yang terus dilakukan yakni melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD Kabupaten dan kota serta sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi. Di samping itu, posko telah didirikan di Jalan Hasan Esa Takoma, Ternate.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: