BMKG: Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara Terjadi Akibat Penyesaran dalam Lempeng Laut

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Nov 2019   08:30 WIB

Komentar
BMKG: Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara Terjadi Akibat Penyesaran dalam Lempeng Laut

Ilustrasi - gempa (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menyebut bahwa gempa bermagnitudo 7,4 yang dimutakhirkan menjadi 7,1 di Maluku Utara terjadi akibat adanya penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Ini akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku," jelas Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/11).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.63 LU dan 126.4 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer.

Baca Lainnya : Rentetan Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bitung dan Manado IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo dan Ternate III-IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), di Buol II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Sementara itu, berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status ancaman "waspada" untuk daerah Minahasa Utara Bagian Selatan (Sulawesi Utara).

Baca Lainnya : BMKG Deteksi Tsunami Kurang dari 1 Meter Pascagempa Magnitudo 7,1 Guncang Maluku Utara

"Warga agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ungkap Rahmat kembali.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, BMKG meminta masyarakat khususnya di Jailolo, Maluku Utara untuk terus memperbaru informasi seputar gempa bumi melalui laman resmi ataupun sosial media BMKG.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: