BNPB Latih Masyarakat Kepulauan Aru Mitigasi Gempa dan Tsunami Berpotensi Medium

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Nov 2019   14:30 WIB

Komentar
BNPB Latih Masyarakat Kepulauan Aru Mitigasi  Gempa dan Tsunami Berpotensi Medium

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan sosialisasi kesiapsiagan bencana gempa dan tsunami kepada masyarakat Keplauan Aru, Maluku pada Kamis (14/11/2019) (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan sosialisasi kesiapsiagan bencana gempa dan tsunami kepada masyarakat Keplauan Aru, Maluku pada Kamis (14/11/2019).  

Latar belakang potensi bahaya gempa bumi dan tsunami dengan kategori rendah hingga medium, mendorong sosialisasi ini dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Kepulauan Aru sejak tanggal 9 November sampai 20 November 2019. 

Kegiatan giat kesiapsiagaan, antara lain penyusunan rencana kontijensi, sosialisasi dan simulasi evakuasi mandiri.

Penyusunan rencana kontijensi dilakukan dari tanggal 11 – 15 November 2019, dilanjutkan dengan sosialisasi kesiapsiagaan gempa dan tsunami pada 16 November serta latihan evakuasi mandiri pada 17 November.

Baca Lainnya : Ambon Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1 pada Selasa Sore

Pada kegiatan simulasi evakuasi mandiri dua desa menjadi target, yaitu Desa Durjela dan Desa Wangel, Pulau Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

"Menindaklanjuti giat antisipasi dampak gempa dan potensi tsunami di Maluku, BNPB merespon permintaan BPBD Kepulauan Aru untuk melakukan sosialisasi potensi, dampak dan upaya mitigasi gempa serta tsunami di Kepulauan Aru," ujar Kepala Sub direktorat Peringatan Dini BNPB Abdul Muhari yang mendampingi kegiatan di Kepulauan Aru bersama Kepala Sub direktorat Perencanaan Siaga BNPB Dyah Rusmiasih pada Kamis (14/11/2019).

Baca Lainnya : Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Guncang Maluku Utara pada Selasa Pagi

Muhari menjelaskan, dari giat kesiapsiagaan ini diharapkan masyarakat Kepulauan Aru bisa memahami potensi bahaya geologis, khususnya gempa dan tsunami sehingga mampu mengambil keputusan mandiri jika diperlukan untuk evakuasi jika menerima peringatan dini dari BMKG mengenai potensi terjadinya tsunami. 

Di samping itu, Muhari juga menambahkan apabila warga juga merasakan gempa yang cukup kuat dengan durasi lebih dari 20 detik, ini juga dapat digunakan sebagai peringatan dini.

Dengan memahami potensi gempa dan tsunami dengan baik diharapkan masyarakat Kepulauan Aru tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang tidak benar mengenai potensi gempa dan tsunami yang bisa memancing keresahan masyarakat.

  

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: