Gigih Lawan Karhutla, Guru Besar IPB Bambang Hero Diganjar Anugerah John Maddox Prize

TrubusNews
Binsar Marulitua
13 Nov 2019   14:28 WIB

Komentar
Gigih Lawan Karhutla, Guru Besar IPB Bambang Hero Diganjar Anugerah John Maddox Prize

Guru besar Fakultas Kehutanan IPB, Profesor  Bambang Hero Saharjo (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Usaha Guru besar Fakultas Kehutanan IPB, Profesor  Bambang Hero Saharjo, menjadi saksi ahli melawan  hampir 500 kasus dari  perusahaan pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendapatkan apresiasi dari dunia Internasional.

Terobosan data penelitian dari pria kelahiran Jambi tanggal 10 November 1964 tersebut, mendapatkan anugerah John Maddox Prize 2019, yang diserahkan di London, Selasa, 12 November 2019.

Dalam  siaran pers dari  Aminudin Aziz, Atdikbud KBRI London, Bambang menyisihkan 206 calon terpilih yang berasal dari 38 negara.

Bambang Hero Saharjo mengumpulkan bukti untuk persidangan pidana terhadap perusahaan yang dituduh menggunakan metode tebang dan bakar dalam membersihkan lahan gambut untuk tanaman komersial seperti kelapa sawit, kayu pulp dan pohon karet.

Karena kesaksiannya pula, Bambang Hero pernah digugat PT JJP, perusahaan yang divonis membakar hutan di Rokan Hilir, Riau, ke Pengadilan Negeri  Cibinong, Oktober 2019 lalu.

Baca Lainnya : Guru Besar IPB Tak Akan Mundur Lawan Gugatan Korporasi Penyebab Karhutla

Dewan Juri John Maddox Prize terdiri dari tokoh-tokoh ilmuwan Inggris yang dihimpun oleh sebuah organisasi nirlaba Sense about Science menetapkan Prof Bambang sebagai pemenang karena kegigihannya menggunakan data penelitiannya sebagai bukti untuk melawan pandangan yang salah terkait dengan kebakaran hutan di Indonesia.

Prof Bambang telah banyak menggunakan fakta ilmiahnya di ruang pengadilan untuk menunjukkan kebenaran. Pencalonan Prof Bambang dilakukan oleh seorang profesor asal Universitas Lancaster, Inggris yang melihat riset dan perjuangan Bambang perlu mendapatkan apresiasi tinggi dan pengakuan ilmuwan lainnya dan dunia internasional.

Baca Lainnya : Gugatan PT JJP pada Guru Besar IPB, Bentuk Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Hidup

Pengumuman dan penganugrahan dilakukan di Wellcome Collection, Euston, London oleh anak perempuan John Maddox, yakni Robyn Maddox, dengan pengantar dari editor majalah ilmiah terkemuka Nature dan dihadiri oleh tidak kurang dari 100-an ilmuwan Inggris terkemuka.

Anugerah John Maddox Prize telah diberikan selama 8 tahun terakhir kepada para ilmuwan yang gigih mempertahankan pendapatnya berdasarkan fakta ilmiah yang diperolehnya berdasarkan penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya hampir tidak  percaya menerima award tersebut di London. Karena seperti mimpi dan tidak pernah berfikir untuk menerima award tersebut. Alhamdulillah juri dan timnya termasuk dari Nature journal melihat konsistensi saya yang hampir selama 20 tahun menggunakan bukti ilmiah (scientific evidence) yang menunjukkan peran besar science untuk mengungkap itu semua," jelas Bambang ketika dihubungi Trubus.id. 

Bambang melanjutkan bahwa, apa dilakukan adalah memulihkan hak publik agar mendapatkan hak konstitusinya atas lingkungan yang lebih baik dan upaya untuk mencapai hal tersebut, salah satunya menggunakan instrumen penegakan hukum dengan bersandar pada bukti ilmiah.

Penghargaan  tersebut  merupakan dorongan yang luar biasa untuk terus maju dan merupakan bukti nyata bahwa selama tetap konsisten menggunakan science secara benar maka dukungan tersebut akan datang dari manapun. 

"Dan saat ini saya terima dari Inggris," tutupnya. 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: