Jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Barang Kebutuhan Pokok Apa yang Bakal Naik?

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Nov 2019   13:30 WIB

Komentar
Jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Barang Kebutuhan Pokok Apa yang Bakal Naik?

Komoditas bahan pokok di pasar (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu ke empat Oktober 2019, secara umum harga barang kebutuhan pokok (bapok) seperti beras, daging sapi, minyak goreng, gula, tepung terugu dan bawang putih, dibandingkan bulan sebelumnya relatif stabil.

Diakui Mendag Agus, bahwa sejumlah komoditi mengalami penurunan harga seperti cabai rawit turun sebesar 17,93 persen, cabai merah turun 10,88 persen, dan telur ayam ras turun 5,70 persen. Sementara untuk komoditi yang mengalami kenaikan, Mendag Agus tak menampik bahwa sejumlah barang kebutuhan pokok naik seperti bawang merah naik sebesar 5,7 persen dan daging ayam ras naik 5,55 persen.

“Bawang merah melonjak dikarenakan kemarau panjang sehingga memengaruhi harga komoditi tersebut. Kami mewaspadai, makanya untuk menjaga stabilitas harga ini kami akan melakukan penetrasi pasar. Tujuan penetrasi pasar ini agar kita tahun iklim di pasar seperti apa, sehingga kami juga paham pasokan di pasar itu cukup atau tidak. Kalau ada kenaikan permintaan yang mengakibatkan kenaikan harga, kami bisa antisipasi dengan cara kerja sama dengan pemerintah daerah dan juga pelaku pasar,” kata Mendag Agus, kepada awak media usai menggelar konferensi pers terkait terkait stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Auditorium Kementerian Perdagangan, M.I Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Rabu (13/11).

Meski terjadi kenaikan beberapa komoditi, Mendag Agus menegaskan bahwa pihaknya sampai saat ini belum ada kebijakan impor. Pasalnya diakui Agus, sesuai Presiden RI Joko Widodo agar para menteri mengantisipasi kebijakan impor untuk lebih selektif.

“Arahan Bapak Presiden Jokowi kan jangan sampai kita impor disaat panen. Tapi bukan melarang impor, karena kita perlu menyeleksi barang yang akan di impor jangan sampai impornya saja dengan barang yang tengah panen,” tegas Agus.

“Tugas kita bersama adalah menjaga harga-harga tersebut tetap stabil, untuk itu saya minta waktu dan tenaga tim Kemendag untuk bekerja keras, cepat dan produktif agar tercapainya sasaran inflasi pemerintah yang telah ditetapkan yaitu 3,5 persen,” tandas Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: