3 Mahasiswa IPB Sulap Buah Lerak jadi Pestisida Alami untuk Perangi Keong Mas Musuh Petani

TrubusNews
Syahroni
12 Nov 2019   20:32 WIB

Komentar
3 Mahasiswa IPB Sulap Buah Lerak jadi Pestisida Alami untuk Perangi Keong Mas Musuh Petani

Buah lerak dimanfaatkan menjadi pestisida alami untuk melawan keong mas di areal persawahan. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bagi sebagian anak muda, nama buah lerak mungkin masih asing di telinga. Pemilik nama latin Sapindus rarak ini sendiri merupakan salah satu tanaman yang tumbuh subur di Pulau Jawa meski belum menjadi tanaman yang dibudidayakan khusus. Padahal lerak memiliki potensi diguanakan sebagai biopestisida alami yang bisa mengurangi penggunaan pestisida kimia.

Hal inilah yang kemudian mendorong tiga mahasiswa IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian (Faperta) untuk melakukan studi literatur untuk mendapatkan manfaat lerak. Novita Niken Putri Ulayyah, Dinar Nabila Rusydah, Lailatul Qodriyah Agne Verawati kemudian berhasil menemukan bahwa buah lerak memiliki kandungan saponin sebagai metabolit sekunder yang berfungsi untuk mengurangi populasi keong emas yang banyak dikeluhkan oleh petani padi.

Novita Niken Putri Ulayyah, Dinar Nabila Rusydah, Lailatul Qodriyah Agne Verawati, 3 mahasiswa IPB University yang berhasil mengubah lerak menjadi pestisida alami. (Foto: Doc/ Humas IPB University)

Inovasi ketiga mahasiswa ini kemudian berhasil menyabet Juara II dan best paper dalam ajang Future Plan Competition, Indonesian Student Summit 2019 yang diselenggarakan Universitas Brawijaya, Malang beberapa waktu lalu.

"Kami awalnya tidak menyangka jika akan memenangkan kompetisi ini, karena ketika melihat judul-judul dari tim yang lain sangat bagus dan keren. Inovasi ini terinspirasi dari Mata Kuliah Tanaman Obat dan Aromatik (Tabotik). Pada mata kuliah itu saya belajar bahwa saponin mampu menjadi metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai sabun cuci. Berawal dari sana jadi semakin penasaran dengan buah lerak.  Setelah melakukan studi literatur ternyata saponin berpotensi untuk membunuh hewan berdarah dingin. Jadi yang langsung teringat adalah keong mas,” ujar Niken dalam siaran pers yang diterima Trubus.id, Selasa (12/11).

Dalam riset ini, dilakukan proses pemisahan antara daging dan kulit buah. Kemudian, daging buahnya diblender.

“Kalaupun dibuat menjadi bubuk bisa dibuat seperti simplisia, tapi aplikasinya harus tetap dalam larutan,” tambah Vera.

Sementara itu, Dinar salah satu anggota tim menyampaikan harapannya agar inovasinya tersebut dapat diaplikasikan di lapangan sehingga terdapat data untuk dipublikasikan.

"Kami berharap setelah generasi milenial diperkenalkan kembali dengan buah lerak ini, maka buah leraknya juga dimanfaatkan tidak hanya untuk detergent saja, namun juga dimanfaatkan untuk menekan pertumbuhan hama keong emas yang murah, serta menjadi salah satu peluang untuk dikomersialkan,” tutupnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: