Kementerian Kesehatan Larang Keras Penggunaan Rokok Elektrik

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Nov 2019   19:30 WIB

Komentar
Kementerian Kesehatan Larang Keras Penggunaan Rokok Elektrik

Ilustrasi - Rokok elektrik (vape) (Foto : Pixabay/haiberliu)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Diktoral Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyatakan larangannya penggunaan rokok elektrik (vape) karena dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantoni meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi mengonsumi vape.

“Dari awal statementnya kita adalah melarang. Pelarangan bukan pembatasan, kita bicara pelarangan konsumsi vape atau rokok elektrik di Indonesia,” tegas Anung di Jakarta, Selasa (12/11) mengutip Antaranews.

Belum lama ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga mengarah kepada pelarangan penggunaan rokok elektrik.


Meski Kemenkes menyatakan pelarangan konsumsi untuk vape, namun untuk pelarangan distribusi dan produksi vape sendiri perlu diatur oleh lembaga terkait lainnya.

“Kalau bicara rokok elektrik secara keseluruhan termasuk hasil diskusi dengan pak Menko PMK, posisi kita adalah melarang untuk hal itu kalau kemudian nanti BPOM yang punya otoritas untuk melakukan pelarangan sebuah produk tentu adalah yang baik,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P. (K) menjelaskan sifat iritatif dan oksidatif yang dihasilkan oleh kandungan menjadi alasan rokok elektrik ini berbahaya.

“Uap yang dihasilkan oleh rokok elektrik mengandung partikel halus seperti halnya asap yang dibakar oleh rokok konvensional yang dikenal sebagai particulate matter (PM). Partikel halus itu bersifat toksik merusak jaringan atau bersifat iritatif,” ujar Agus.

Merespon hal tersebut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menegaskan bahwa keberadaan rokok elektronik saat ini adalah ilegal, namun BPOM tidak bisa melakuan penindakan karena tidak ada payung hukumnya.

Lebih lanjut Kepala BPOM mengungkapkan bahwa harus ada payung hukum yang menekankan pelarangan vape. “Harus ada payung hukumnya, karena mengandung nikotin dan berbahaya,” papar Penny.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: