Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Ini 5 Target Sasaran Reformasi BPOM

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Nov 2019   17:30 WIB

Komentar
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Ini 5 Target Sasaran Reformasi BPOM

Kepala BPOM Penny K. Lukito (tengah) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan lima target sasaran reformasi. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebut, lima sasaran target ferormasi ini meliputi perkuatan kelembagaan dan regulasi, perkuatan sumber daya manusia, reformasi birokrasi, sarana dan prasarana termasuk infrastruktur pengawasan Obat dan Makanan, serta anggaran dan program strategis.

Penny menjelaskan bahwa kelima sasaran target tersebut bukan hal yang baru untuk BPOM. Diakuinya selama tiga tahun terakhir, BPOM telah melakukan banyak hal terkait perkuatan lembaga dan sumber daya manusia, serta reformasi birokrasi.

“Seluruh kegiatan BPOM dilakukan untuk mendukung pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pada pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan IPTEK yang terus meningkat,” demikian dikatakan Kepala BPOM Penny K. lukito di Jakarta, Selasa (12/11).

Baca Lainnya : Kementan-BPOM dan FAO Tingkatkan Kualitas Pangan Anak Sekolah

Selain itu, dikatakan Penny, BPOM akan terus meningkatkan kemitraan ABG-C (academia-business-government-community) dalam melaksanakan tugas ini. Tahun ini misalnya yang merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) BPOM Tahun 2015-2019. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan, Penny mengatakan bahwa BPOM melakukan evaluasi pelaksanaan program-program selama periode Renstra. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan di masa mendatang.

Untuk itu BPOM menggelar acara Rapat Evaluasi Kinerja (REN) BPOM tahun 2019 bertajuk “Pengawasan Obat dan Makanan Untuk Mendukung Pembangunan Nasional Berkelanjutan” yang dilaksanakan pada 11 - 15 November 2019 di Surabaya. Evaluasi terhadap Renstra BPOM 2015-2019 secara umum bertujuan untuk mengevaluasi target dan pencapaian program prioritas yang ditetapkan dalam Renstra BPOM, mengidentifikasi hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan program prioritas, serta menyusun rekomendasi untuk perbaikan perencanaan ke depan.

Baca Lainnya : Dukung UMKM Indonesia, BPOM Perkuat Pengawasan

“Salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengawasan Obat dan Makanan. Adapun urgensi dari RUU POM ini meliputi 3 aspek yaitu pengembangan, pembinaan, dan fasilitasi industri Obat dan Makanan dalam rangka peningkatan daya saing, peningkatan efektivitas dan penguatan pengawasan obat dan makanan, serta perkuatan fungsi penegakan hukum terhadap kejahatan di bidang Obat dan Makanan,” tambah Penny.

Pada kesempatan yang sama, BPOM juga melakukan peresmian Layanan Publik di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Timur yaitu Madiun, Malang, dan Jember. Hal ini merupakan wujud komitmen BPOM untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendekatkan layanan pengurusan perizinan kepada masyarakat melalui lembaga Bakorwil. Melalui layanan publik di Bakorwil ini, BPOM siap memberikan informasi dan melakukan pendampingan terkait perizinan Obat dan Makanan kepada pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan masyarakat Jawa Timur,” tambahnya lagi.

Baca Lainnya : BPOM Optimalkan Pengawasan Hingga ke Perbatasan

Penny menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi terkait, akademisi, lembaga riset, pelaku usaha, industri Obat dan Makanan, serta masyarakat dan media yang telah berperan aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

“BPOM akan terus semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terus melakukan inovasi dalam menghadapi tantangan pengawasan Obat dan Makanan di era digitalisasi. Saya tidak bosan mengajak semua pihak untuk bersama memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat Indonesia. Marilah kita kerja bersama menjadi mitra demi Indonesia Maju, Sehat, dan Sejahtera,” pungkasnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: