Kualitas Udara di Sydney Australia Memburuk Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Nov 2019   16:00 WIB

Komentar
Kualitas Udara di Sydney Australia Memburuk Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Ilustrasi - kebakaran hutan dan lahan di Sydney Australia (Foto : Theguardian)

Trubus.id -- Asap kebakaran hutan menyelimuti kota Sydney di Australia pada Selasa (12/11), membuat kualitas udara menjadi buruk. Kondisi ini mengakibatkan Australia mengeluarkan peringatan ancaman kebakaran hutan dahyat di Sydney. Sebagai informasi, sebanyak 5 juta penduduk di Australia dikelilingi oleh lahan semak yang kering dan rawan terbakar saat musim panas. Saat ini suhu di Australia diperkirakan akan mencapai 37 derajat Celsius dalam pekan ini, memudahkan oenyebaran api. Di tengah cuaca panas ini api akan mudah menjalar.

Negara bagian New South Wales dengan Sydney sebagai ibu kotanya telah menerapkan darurat bencana selama tujuh hari ke depan sejak Senin (11/11). Darurat bencana juga diterapkan di Queensland. Saat ini, Australia memang tengah berjuang memadamkan lebih dari 120 titik api di dua wilayah tersebut yang tengah dipadamkan oleh lebih dari 3.000 petugas pemadam.

Dilaporkan sebanyak tiga orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara ribuan lainnya mengevakuasi diri selama tiga hari masa darurat kebakaran hutan.

Baca Lainnya : Ingin Udara Segar? Bersihkan Tanaman Anda Secara Berkala

Kondisi ini juga mengakibatkan kabut asap pekan di wilayah tersebut. Tercatat, di Newcastle, kualitas udara mencapai 164 atau masuk katagori tidak sehat. Kondisi ini berisiko menyebabkan sejumlah masalah kesehatan bagi masyarakat seperti infeksi saluran pernapasan, asma, emfisema masalah paru-paru hingga jantung.

Sementara SBS menyebut, asap kebakaran hutan Australia diduga telah mencapai ke Selandia Baru. Hal ini diketahui berdasarkan pantauan citra satelit yang menunjukkan bahwa asap segera mencapai Kaledonia Baru dan bagian selatan Vanuatu.

Komisioner Badan Pemadam Kebakaran Perkotaan New South Wales Shane Fitzsimmons menyatakan bahwa kobaran api di pesisir utara NSW, dengan kawasan yang terbakar mencapai 100.000 hektare.

Baca Lainnya : Polusi Udara Berada di Tingkat Terburuk, New Delhi Umumkan Keadaan Darurat

Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo keada BBC News menegaskan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran hutan ini. Diakui Kristiarto, mayoritas kebakaran terjadi daerah-daerah perkampungan di hutan. Sedangkan, mayoritas WNI di New South Wales dan Queensland tersebar di daerah-daerah perkotaan dan di pesisir pantai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetap mencari informasi dan tetap aman," demikian diungkapkan Komisaris Pemadam Kebakaran New South Wales, Shane Fitzsimmons.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: