Menkes Terawan: Peserta BPJS Mandiri Kelas III Tetap Mendapat Subsidi

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Nov 2019   15:30 WIB

Komentar
Menkes Terawan: Peserta BPJS Mandiri Kelas III Tetap Mendapat Subsidi

Kartu BPJS Kesehatan (Foto : ANTARA FOTO)

Trubus.id -- Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan bahwa peserta mandiri atau segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas III akan tetap disubsidi. Diakui Terawan pembabahasan ini telah dilakukan dalam rapat cabinet yang rencananya akan digelar hari ini bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah kementerian dan lembaga terkait di Istana Negara Jakarta, Selasa (12/11).

"Kita dorong supaya upaya-upaya membuat BPJS terutama PBPU dan BP kelas tiga bisa terbantu iurannya, itu saja," demikian dikatakan Tewaran di Kantor Kementerian Kesehatan, H. R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Mengutip Antaranews, Menkes Terawan menegaskan bahwa saat ini belum ada keputusan apapun terkait dengan wacana subsidi bagi peserta PBPU dan BP kelas III.

"Jadi belum ada keputusan. Di berita begitu-begitu, mohon doa saja supaya upaya kita berhasil. Kan ini proses koordinasi, proses bagaimana kita berbicara dengan baik sehingga intinya tujuannya bisa tercapai. Artinya, yang selama ini sudah bayar tidak naik iurannya karena tersubsidi yang PBPU dan BP," tegasnya.

Sebelumnya diketahui Menkes Terawan sempat mengusulkan agar kenaikan iuran bagi peserta PBPU dan BP BPJS Kesehatan kelas III mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk membahas masalah tersebut. Pada pertemuan tersebut, Terawan menegaskan mengungkapkan bahwa hingga saat ini aturan mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang masih menjadi acuan adalah Perpres 75 Tahun 2019.

“Hal yang berkaitan dengan iuran BPJS Kesehatan membutuhkan proses dan pembahasan lintas sektor kementerian-lembaga, para pakar, dan lain-lain. Pembahasan dilakukan dalam proses yang panjang dan tidak bisa ditetapkan secara tergesa-gesa,” pungkas Menkes.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: