BMKG Sebut Gempa yang Mengguncang Jailolo Maluku Utara Terjadi Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Nov 2019   10:00 WIB

Komentar
BMKG Sebut Gempa yang Mengguncang Jailolo Maluku Utara Terjadi Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

Ilustrasi - gempa (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Sulawesi Utara, Edward H Mengko menyebut bahwa gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang mengguncang Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Baluku Utara, Selasa (12/11) pukul 06.41 WIB terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.

“Jika dilihat lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya adalah jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi antara lempeng mikro Laut Maluku dan lempeng Filipina," ucap Edward mengutip pernyataan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan resminya, Selasa (12/11).

Dirinya menyebut, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme oblique (oblique fault).

Baca Lainnya : Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Guncang Maluku Utara pada Selasa Pagi

Dilaporkan Edward, guncangannya, dirasakan di daerah Kotamobagu, Ternate, Tobelo II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, getaran terasa seakan akan truk berlalu), Bolaang Mongondow Timur, Manado, Tondano, Minahasa Utara, Bitung II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Selanjutnya, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 07.00 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat lindu tersebut. meski begitu, BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu ataupun berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan justru menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, masyaraat diharapkan dapat terus memperbarui informasi seputar gempa melalui laman resmi ataupun sosial media BMKG.

Edward mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak, memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: