BNPB: Ribuan Rumah Rusak Akibat Terjangan Puting Beliung di Bojonegoro

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Nov 2019   20:34 WIB

Komentar
BNPB: Ribuan Rumah Rusak Akibat Terjangan Puting Beliung di Bojonegoro

Rumah rusak akibat hantaman puting beliung di Bojonegoro (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ribuan rumah rusak akibat bencana puting beliung yang menerjang Bojonegoro, Jawa Timur pada Sabtu (9/11) kemarin. Puting beliung yang disertai hujan deras ini terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Angin juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik jalan protokol.

Laporkan yang diterima BNPB dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro sampai Senin (11/11), tercatat sebanyak 1.378 rumah rusak dengan kategori yang berbeda. Rumah rusak berat (RB) berjumlah 33 unit, rudak sedang (RS) 180 dan rusak ringan (RR) hingga 1.165. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, BPBD juga mengidentifikasi 7 unit fasilitas sosial dan pendidikan mengalami kerusakan.  

Kerusakan pemukiman tadi tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, Trucuk, Kalitidu, Dander, Ngasem, Ngambon, Margomulyo, Gayam dan Kepohbaru.

“Sementara itu, bencana dengan kategori hidrometerologi ini tidak menimbulkan korban jiwa,” demikian dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (11/11) malam.

Bencana puting beliung ini langsung direspon cepat oleh pemerintah setempat dengan melakukan sejumlah upaya penanganan darurat seperti pembersihan material bangunan dan pohon tumbang, serta pendataan kerusakan. Warga yang rumahnya rusak membutuhkan terpal.

Agus mengungkapkan bahwa data yang dihimpun BNPB mencatat selama periode Januari hingga November 2019 jumlah puting beliung merupakan kejadian tertinggi dibandingkan jenis bencana lain.

“Sebanyak 1.010 kejadian puting beliung terjadi sepanjang tahun ini. Kejadian puting beliung telah mengakibatkan korban meninggal dunia 13 jiwa, luka-luka 187 dan mengungsi 41.429. Sedangkan kerusakan pemukiman, bencana ini mengakibatkan rumah RB 1.865 unit, RS 3.134 dan RR 18.211,” lanjut Agus.

Angin puting biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Warga diimbau untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya angin puting beliung.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: