Menteri LHK Soroti Dominasi Sampah Plastik Sebanyak 56 Persen di Gunung Bromo dan Semeru

TrubusNews
Binsar Marulitua
11 Nov 2019   17:30 WIB

Komentar
Menteri LHK Soroti Dominasi Sampah Plastik Sebanyak 56 Persen di Gunung Bromo dan Semeru

Pendaki Gunung Semeru (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan sampah plastik adalah ancaman dominan yang  ditemukan pada destinasi wisata Taman Nasional, baik di gunung maupun di laut.  Komposisi sampah nasional pada 2018, sebanyak 57% sampah organik dan hanya 15% sampah plastik. 

"Destinasi seperti Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, misalnya, sebanyak 56% sampah merupakan sampah plastik, sementara sampah organik hanya 14%. Oleh karena itu, pemerintah bersama para pihak terus menggencarkan kampanye pengurangan sampah plastik, dan mengeluarkan regulasi pajak yang lebih besar untuk plastik,” jelas Menteri Siti,  di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, (10/11/2019) kemarin. 

Baca Lainnya : Kebutuhan Bahan Baku Plastik Indonesia Sebanyak 7,2 Juta Ton per Tahun

Menurut Menteri Siti, Pemerintah  mengingatkan telah terjadi perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah secara umum, utamanya dengan langkah memilah jenis sampah. Untuk kemudian diolah menjadi sumberdaya seperti mendaur ulang sampah menjadi kreasi unik dan berharga. Di beberapa Bank Sampah sudah terlaksana, seperti bayar tagihan atau beli sembako bisa menggunakan sampah plastik.

Paradigma baru mengenai sampah yang berusaha dibangun adalah kesadaran bahwa setiap orang adalah penghasil sampah maka setiap orang bertanggungjawab atas sampahnya. 

“Sampahku tanggung jawabku, sampah kita tanggung jawab kita,” kata Menteri Siti mengangkat slogan paradigma baru sampah. 

Pemerintah juga mendorong upaya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), sesuai implementasi Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018. Tahap awal akan dilakukan di 12 Kota Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Bekasi, Tangerang dan Tangsel. Surakarta, Makassar dll. 

“Selain itu juga menenerapkan teknologi sampah plastik menjadi bahan baku aspal. Sejak 2018 sampai saat ini telah di uji coba pada 16 kota daerah,” kata Menteri Siti.

Baca Lainnya : Pemerintah Nepal Keluarkan Larangan Plastik Sekali Pakai di Gunung Everest

Menteri LHK  mengkampanyekan dan melakukan edukasi masyarakat dalam hal pengurangan sampah plastik, demi menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai. Juga melakukan praktek bersama masyarakat dalam penerapan komposting sampah organik, bank sampah dan industri, jadikan sampah sebagai sumberdaya. Itu semua menempatkan sampah sebagai sumberdaya.

Produksi kantong plastik mencapai 5 triliun lember setiap tahun, dan terbuat dari minyak bumi sebanyak 12 juta barel atau 8% dari konsumsi minyak dunia setiap tahun. Sementara rata-rata umur pakai hanya 20 menit saja, setelah itu jadi sampah dan hanya kurang dari 3 persen yang didaur ulang. Sisanya menjadi sampah yang perlu 1.000 tahun untuk hancur secara alami. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tung Dasem Bagikan 4 Resep Atasi dan Pulih dari Virus Corona

Peristiwa   01 Juni 2020 - 16:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: