Perangi Malaria, Zanzibar Uji Drone untuk Semprotkan Cairan Pembunuh Nyamuk ke Sawah

TrubusNews
Syahroni
05 Nov 2019   22:00 WIB

Komentar
Perangi Malaria, Zanzibar Uji Drone untuk Semprotkan Cairan Pembunuh Nyamuk ke Sawah

Drone menyemprotkan cairan berbasis silikon yang menyebar di hamparan besar air yang tergenang di mana nyamuk pembawa malaria bertelur, sedang diuji untuk membantu melawan penyakit di pulau Zanzibar, lepas pantai Tanzania. (Foto : AP Photo/Haroub Hussein)

Trubus.id -- Untuk pertama kalinya, drone dipakai untuk membantu memerangi malaria di pulau Zanzibar, di lepas pantai Tanzania. Pesawat tanpa awak ini akan bertugas menyemprotkan cairan berbasis silikon pada sawah, di mana ada hamparan besar air yang tergenang tempat nyamuk pembawa malaria biasa bertelur. Zat ini akan menyebar ke seluruh air dan mencegah telur menetas.

Diharapkan, dengan langkah ini akan secara signifikan mengurangi jumlah nyamuk anopheles pembawa malaria di daerah tersebut. Menurut rencana strategis yang diadopsi oleh Program Eliminasi Malaria Zanzibar, penyemprotan dengan drone ini adalah langkah untuk menguji apakah upaya itu akan membantu pemerintah Zanzibar mencapai tujuannya menghilangkan malaria di kepulauan itu pada tahun 2023.

Penyemprotan dengan drone adalah cara yang relatif murah untuk menghentikan nyamuk berkembang biak, kata Bart Knols, ahli entomologi medis dan peneliti utama program tersebut.

Baca Lainnya : Begini Cara Para Peneliti Mengejar Target 'Dunia Bebas Malaria' di Tahun 2050

"Kami sampai di dasarnya karena kami akan menyemprot tempat perkembangbiakan nyamuk," kata Knols, yang bergabung dengan Dutch Malaria Foundation seperti dilansir dari AP, Selasa (5/11).

Drone itu akan menyemprotkan Aquatain, gel cair yang akan menyebar ke genangan air sawah dan membunuh larva nyamuk, kata Knols. Zat ini telah diuji secara internasional dan terbukti tidak berbahaya bagi organisme non-target, tidak beracun, dan dapat terurai secara alami.

Dalam tes awal, di daerah Cheju di selatan Zanzibar, drone itu terbang dan menyemprotkan genangan air yang dangkal dan diterangi matahari di sawah yang dipenuhi larva nyamuk, yang terperangkap ketika gel menyebar di atas air. Tanpa gel, larva akan muncul sebagai nyamuk dewasa untuk mencari makanan (darah). Ketika nyamuk-nyamuk itu menggigit manusia yang terinfeksi malaria, mereka menjadi vektor penyakit dan melanjutkan siklus penularannya yang mematikan.

Di sepanjang pantai Samudra Hindia Afrika Timur, Zanzibar dan Tanzania daratan memiliki pertempuran panjang dengan malaria yang terdokumentasi dengan baik. Dalam 10 tahun terakhir, Zanzibar, dengan populasi 1,2 juta orang, telah memulai berbagai metode guna memerangi malaria. Ribuan kelambu telah dibagikan untuk dipasang di atas tempat tidur dan insektisida juga dipasok ke rumah-rumah.

Baca Lainnya : Jamur yang Dipersenjatai dengan Racun Laba-laba Dapat Membunuh Nyamuk Malaria

Kampanye telah berhasil mengurangi prevalensi penyakit. Beberapa daerah di Zanzibar telah menyaksikan prevalensi malaria menurun dari 40% populasi menjadi kurang dari 10%, menurut program eliminasi malaria.

Penyemprotan dengan drone adalah bagian baru dari strategi. Penggunaan drone akan sangat penting untuk menyemprotkan sawah besar secara efisien, yang telah diidentifikasi sebagai hot spot malaria di Zanzibar. Drone ini efisien karena penyemprotan dengan tangan cukup memakan waktu. Sementara penyemprotan dengan menggunakan helikopter terlalu mahal, kata Eduardo Rodriguez dari DJI, produsen drone Cina.

Dengan bantuan pilot drone dari Universitas Negeri Zanzibar, drone DJI Agras sedang diuji untuk menyemprotkan sawah.

"Visi utama perjuangan kami melawan malaria adalah menurunkan angka malaria menjadi nol pada tahun 2023 sebagai target kami," terang Abdullah Suleiman Ali, manajer Program Eliminasi Malaria Zanzibar. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: