LIPI Ajak Pelaku Industri Perkebunan Lestarikan Spesies Endemik

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Nov 2019   20:00 WIB

Komentar
LIPI Ajak Pelaku Industri Perkebunan Lestarikan Spesies Endemik

Ilustrasi - jamur langka yang tumbuh di hutan (Foto : Pixabay/silviarita)

Trubus.id -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya melestarikan keanekaragaman hayati baik tumbuhan ataupun satwa. Adanya kerusakan lingkungan, polusi udara, hingga perubahan iklim yang kian masif mengakibatkan banyak spesies-spesies yang dilindungi terancam kepunahan. Sebagai lembaga sains, LIPI melestarikan keanekaragaman hayati melalui berbagai spesimen.

Oleh karena itu, LIPI juga turut mengajak para pelaku industri perkebunan untuk ikut menjaga kelestarian keanekaragaman hayati ini. Kepala Bidang Botani dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Joeni Setijo Rahajoe berupaya mendorong para pelaku industri perkebunan dan pertanian untuk mempertahankan kelestarian spesies endemik di suatu wilayah.

“Kami mengimbau perusahaan yang berada di sekitar kawasan konservasi atau hutan lindung untuk melakukan kewajibannya mempertahankan spesies endemik, mempertahankan penghijauan. Mempertahankan penghijauan ini sebaiknya menggunakan jenis-jenis endemic yang ada di lokasi tersebut, jangan asal hijau. Karena selama ini mereka terkadang reklamasinya asal hijau. Jadi pemiliham jenis endemik harus benar-benar diperhatikan,” kata Joeni di sela-sela Seminar Peringatan HCPSN 2019 dengan tema Pengelolaan Keanekaraman Hayati Indonesia Mendukung Revolusi Industri 4.0 dan SDGs di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/11).

LIPI akan terus mendorong penghijauan yang dilelola perusahaan harus dilakukan secara bijak dan cermat. Selain itu, yang tak kalah pentingnya selain mempertahankan penghijauan, diakui Joeni, pemulihan tanah sebagai upaya konservasi bagi keanekaragaman hayati ini juga sangat penting.

“Ambilah jenis-jenis lokal. Karena selama ini lebih banyak yang didatangkan spesies dari luar daripada menggunakan spesies endemik wilayah tersebut. Faktor penting lainnya adalah memperbaiki kondisi tanah, ini kuncinya. Yang kami lihat selama ini adalah kondisi tanah sebelum reklamasi lahan tidak diperlakukan dengan baik. Misalnya pertumbuhan tanaman terutama untuk lahan bekas tambang, tanpa memperbaiki kondisi tanah, tumbuhan tidak akan mendapatkan unsur hara yang baik, sehingga setelah 10 tahun tanaman akan mati,” bebernya.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk penanaman yang baik dengan menggunakan sistem baik dan jangan asal hijau. Diharapkan perusahaan bisa menanam jenis endemik lokal dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: