Beri Kuliah Umum di Riau, Kepala BNPB Ajak Mahasiswa Unri Berkontribusi Cegah Karhutla

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Nov 2019   16:30 WIB

Komentar
Beri Kuliah Umum di Riau, Kepala BNPB Ajak Mahasiswa Unri Berkontribusi Cegah Karhutla

Kepala BNPB Doni Monardo memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa di Univesitas Riau terkait pencegahan karhutla, Selasa (5/11) (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan Lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah seperti di Sumatera dan Kalimantan terjadi hampir setiap tahun. Beberapa waktu belakangan ini karhutla yang terjadi di Riau masih menjadi perhatian khusus. Melihat kondisi tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memberikan kuliah umum dengan tema "Solusi Permanen Bencana Asap" dihadapan mahasiswa Universitas Riau (Unri), Pekanbaru, Selasa (5/11). Tujuan diselenggarakannya kuliah umum ini untuk mengajak mahasiswa turut berkontibusi dalam penanganan karhutla yang masih terjadi di Riau sampai saat ini.

"mahasiswa diharapkan bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat, dengan melakukan Kuliah Kerja Nyata langsung ke masyarakat," demikian dikatakan Doni ketika memberikan kuliah umum di Universitas Riau, Pekanbaru, Selasa (5/11).

BNPB memberikan dukungan kepada Universitas Riau (Unri) untuk penanggulangan karhutla di Riau, "tahun depan kami menganggarkan dana bagi mahasiswa untuk melakukan KKN yang terkait dengan karhutla", tambah Doni.

Baca Lainnya : Tingkatkan Mitigasi: Sinergi BMKG dengan Kemendagri dan BNPB Diperkuat

Riau menjadi salah satu wilayah yang setiap tahun terjadi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan bencana asap hampir diseluruh penjuru Riau. Rektor Universitas Riau, Aras Mulyadi mengatakan akibat bencana asap, Unri sempat sempat meliburkan seluruh mahasiswanya selama tiga minggu.

“Kami berharap adanya solusi karhutla secara permanen agar tidak terjadi lagi di kemudian hari" ujar Aras.

Merespon hal tersebut, Gubernur Riau Syamsuar sekaligus Komandan Satgas Karhutla di Riau menyatakan, "pada tanggal 31 Oktober kemarin status siaga darurat karhutla di Riau sudah dicabut, kedepannya kami akan memberikan edukasi kepada seluruh pihak agar mencegah terjadinya karhutla demi kenyamanan masyarakat Riau", ucap Syamsuar.

Nazir Foead selaku Kepala Badan Restorasi Gambut dalam paparannya menjelaskan, "salah satu cara untuk mengatasi karhutla di Riau yang mayoritas terjadi di lahan gambut, kami membuat beberapa sekat kanal untuk menahan dan menampung air hujan agar kelembaban lahan gambut terjaga sehingga tidak mudah terbakar", ucap Nazir.

Baca Lainnya : BNPB Jelaskan Pergerakan Tanah Lokasi Tambang di Kaltara Bukan Likuifaksi

Sementara itu salah satu perwakilan mahasiswa yang hadir juga memberikan dukungan apa yang sudah dilakukan pemerintah, "Kami mahasiswa siap diterjunkan menjadi relawan untuk membantu pemerintah dalam penangangan karhutla khususnya di Riau", ujar Presiden mahasiswa UNRI Syahfrul Ardi.

Data BNPB per 4 November 2019 pukul 16.00 wib, luar lahan terbakar di Riau seluas Riau 75.871 ha, personil yang diturunkan sebanyak 6.259 personil dan 8 helikopter telah diturunkan untuk penanganan bencana karhutla di Riau.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: