Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional LIPI Gelar Seminar Pengelolaan Keanekaraman Hayati Indonesia Dukung Pembangunan Berkelanjutan 

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Nov 2019   11:43 WIB

Komentar
Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional LIPI Gelar Seminar Pengelolaan Keanekaraman Hayati Indonesia Dukung Pembangunan Berkelanjutan 

Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Atit Kanti (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan selama kurun waktu tahun 2000 sampai 2015 lebih dari seperlima lahan di bumi berkurang. Berkurangnya lahan tadi merupakan imbas diversifikasi pengembangan lahan pertanian serta urbanisasi. Berkurangnya lahan mempengaruhi pengurangan produktifitas yang signifikan terhadap lahan hijau dan bertambahnya daftar merah (red list) pada International Union of Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).

“Kemajuan industri harus terintegrasikan dengan lingkungan untuk memastikan kinerja lingkungan berjalan dengan baik. Teknologi 4.0 harus memperhatikan teknologi yang dapat melindungi biodiversitas yang menjadi tempat vital dalam menjaga keberlanjutan jangka panjang ekosistem,” demikian disampaikan Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Atit Kanti pada kegiatan Seminar Peringatan HCPSN 2019 dengan tema Pengelolaan Keanekaraman Hayati Indonesia Mendukung Revolusi Industri 4.0 dan SDGs di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/11).

Menurutnya, pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sehat merupakan sumber daya penting untuk meningkatkan ketahanan dan mengurangi risiko dan kerusakan terkait dampak perubahan iklim.

“Keanekaragaman hayati Indonesia berhubungan erat pada target pencapaian SDGs terutama poin 14 tentang ekosistem lautan dan poin 15 mengenai ekosistem daratan,” ujarnya.

Atit mengugkapkan bahwa target pembangunan berkelanjutan direalisasikan dengan memberi perlindungan dan restorasi serta menginisiasi pemanfaatan ekosistem lautan dan daratan yang berekelanjutan.

“Tujuan utama SDGs poin 14 tahun 2019 yaitu mengurangi tingkat keasaman air laut, menyokong ketersediaan ikan serta meregulasi penangkapan ikan secara ilegal dan menyediakan akses kepada nelayan skal kecil dalam mendapatkan sumber daya, layanan dan pasar,” paparnya lagi.

Sedangkan pada poin 15 lebih berkonsentrasi pada perlindungan hutan yang berkelanjutan, mengurangi diversifikasi, serta mencegah dan merehabilitasi degradasi lahan dan kehilangan keanekaragaman hayati.

Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada 5 November setiap tahunnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan kegiatan Seminar “Pengelolaan Keanekaraman Hayati Indonesia Mendukung Revolusi Industri 4.0 dan Sustainable Development Goals (SDGs)”. Seminar ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan manusia.

“Kegiatan ini juga bentuk kepedulian dan peran serta LIPI sebagai salah satu institusi yang berfokus pada konservasi flora dan fauna ditengah perkembangan industri teknologi 4.0 yang berbasis otomasi dan data,” tutup Atit.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: