BNPB Jelaskan Pergerakan Tanah Lokasi Tambang di Kaltara Bukan Likuifaksi

TrubusNews
Binsar Marulitua
05 Nov 2019   06:00 WIB

Komentar
BNPB Jelaskan Pergerakan Tanah Lokasi Tambang di Kaltara Bukan Likuifaksi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama tim dari PT. Pipit Mutiara Jaya melakukan peninjauan lapangan atas peristiwa patahan dari pergerakan tanah yang terjadi di wilayah lahan usaha milik PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu (2/11/2019). (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama tim dari PT. Pipit Mutiara Jaya melakukan peninjauan lapangan atas peristiwa patahan dari pergerakan tanah yang terjadi di wilayah lahan usaha milik PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Perihal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan HUmas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan resmi pada Senin, 5 November 2019. 

Agus menjelaskan, kegiatan peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan tentang peristiwa longsoran tanah yang sempat diduga merupakan fenomena likuifaksi pada tanggal 29 Oktober 2019 lalu. 

Selain itu, dalam laporan juga diperoleh data korban jiwa dinyatakan nihil/tidak ada, namun ada 6 unit alat berat yang tertimbun di antaranya; 3 excavator, 1 Dozer, 1 ADT, 1 LV. Menurut data yang diterima.

"3 excavator sudah berhasil dievakuasi," jelas Agus. 

Baca Lainnya : BMKG Urai Penyebab Musim Hujan Akhir Tahun 2019 Terlambat, Begini Penjelasannya

Ia menerangkan, berdasarkan hasil peninjauan tersebut ditambah hasil investigasi oleh tim dari Dinas ESDM Provinsi Kaltara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltara dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung disimpulkan bahwa fenomena itu bukan merupakan likuifaksi atau pencairan tanah seperti yang sempat beredar luas.

Kedepannya pihak dinas terkait diharapkan agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan Kuasa Penguasaan (KP) di wilayah kerja masing-masing. 

"Sedangkan bagi masyarakat dan para pekerja agar tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan,"tambahnya. 

Sementara itu,Kepala Badan Geologi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengatakan faktor penyebab terjadinya gerakan tanah dan banjir bandang diprakirakan terdiri atas beberapa sebab. Yang pertama, kondisi tanah galian hasil tambang yang bersifat keropos dan lepas lepas.

"Yang kedua, lokasi bencana merupakan tempat pembuangan lumpur,"jelasnya. 

Selanjutnya pengaruh dari lumpur dan air pada tempat disposal (pembuangan lumpur) yang membuat tanah galian di sekitarnya menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukung tanahnya sehingga longsor.

"Aktivitas penambangan yang kurang memperhatikan hasil tanah galian bekas tambang,"ungkapnya. 

Baca Lainnya : El Nino 2019 Usai, BMKG Ramal El Nino Kuat pada 2020 Nihil

Ia memaparkan, secara umum lokasi bencana merupakan bagian dari Pulau Bangkudulis besar dengan morfologi berupa pedataran dan rawa dari delta sungai Sesayap. Elevasi berada pada kisaran 5 – 30 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Tarakan dan Sebatik  (Hidayat dkk., 1995), daerah bencana tersusun oleh Aluvium (Qa) yang terdiri dari lumpur, lanau, pasir, kerikil dan koral, endapan pantai, sungai, dan rawa.

Sedangkan berdasarkan Peta Prakiraan Gerakan Tanah Provinsi Kalimantan Utara (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk dalam potensi terjadi Gerakan tanah menengah. 

Artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.

"Gerakan tanah sebelumnya pernah terjadi namun longsor yang terjadi ini merupakan yang terparah,"paparnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: