Status Tanggap Bencana Karhutla Sumatera Selatan Belum Juga Dicabut. Ini Penjelasannya!

TrubusNews
Hernawan Nugroho
04 Nov 2019   07:00 WIB

Komentar
Status Tanggap Bencana Karhutla Sumatera Selatan Belum Juga Dicabut. Ini Penjelasannya!

Status Tanggap Bencana belum dicabut karena masih ada sejumlah kabupaten yang mengalami kebakaran lahan (Foto : SumateraEkspres)

Trubus.id -- Status Tanggap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan belum dicabut meskipun daerah tersebut sudah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan Iriansyah di Palembang, Minggu, mengatakan, status tersebut tetap dipertahankan hingga 10 November 2019. 

Baca Lainnya : Titik Panas Menurun, Status Darurat Karhutla Berakhir di Riau

"Upaya pemadaman kebakaran lahan di wilayah Sumsel masih dilakukan hingga kini, karena sebenarnya masih ada sejumlah kabupaten yang mengalami kebakaran lahan," ujarnya kepada AntaraNews

Oleh karena itu, meskipun pemerintah provinsi sebelumnya menetapkan status tersebut hingga 31 Oktober tapi karena kondisi cuaca diperkirakan masih ekstrem hingga awal November 2019 sehingga status diperpanjang hingga 10 November 2019. 

"Ini juga merujuk pada perkiraan BMKG, yang mengatakan bahwa musim hujan akan mundur tiga dasarian dari biasanya," kata Iriansyah. 

Pada 3 November 2019 dari Satelit Lapan tercatat ada 32 titik panas di Sumsel yang menyebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir 19 titik, Ogan Komering Ulu Timur 3 titik, Musi Banyuasin 2 titik, Empat Lawang dan Banyuasin masing-masing 2 titik, dan masing-masing 1 titik berada di Muara Enim, Muratara, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Pagaralam. 

"Tim satgas darat di lapangan masih lakukan pemadaman karhutla, begitupun dengan operasi udara. Sejumlah helikopter waterbombing masih lakukan tugasnya untuk padamkan titik api di OKI dan sekitarnyar," ujarnya. 

Baca Lainnya : BMKG Himbau Warga Kota Palembang Agar Tetap Waspada Asap Pascahujan

Kabid Penanganan Kedaruratan BPBO Sumsel Ansori mengatakan saat ini di Sumsel memang sudah terjadi hujan, namun belum menyeluruh seperti di Kabupaten OKI. 

"Butuh hujan dengan intenstitas tinggi untuk benar-benar memadamkan kebakaran di lahan gambut seperti di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jadi hingga kini, kami masih lakukan operasi udara," pungkasnya. 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: