Indonesia-Tiongkok Bahas Peluang Kerjasama Sektor Kelautan dan Perikanan

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Nov 2019   06:00 WIB

Komentar
Indonesia-Tiongkok Bahas Peluang Kerjasama Sektor Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ketika menerima kunjungan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (1/11) (Foto : Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Trubus.id -- Indonesia dan Tiongkok kembali membangun hubungan kerjasama di sektor kelautan dan perikanan. Peluang kerjasama ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, di Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (1/11). Dalam kesempatan tersebut, Xiao Qian mengucapkan selamat atas dilantiknya Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2019-2024.

Dalam kunjungannya tersebut, Xiao Qian menyebut bahwa Indonesia dan Tiongkok merupakan relasi yang baik. pihaknya mengakui jika selama ini Indonesia menjadi mitra dagang Tiongkok yang cukup besar.

Xiao Qian menyebut pada 2018 lalu, nilai volume perdagangan antara kedua negara mencapai USD72,6 miliar. Sementara nilai investasi Tiongkok di Indonesia mencapai USD2,4 miliar pada periode yang sama. Xiao Qian melanjutkan, kerja sama di bidang kelautan dan perikanan akan memperkuat relasi kedua negara.

“Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas dan sumber daya bahari yang melimpah. Sementara Tiongkok memiliki pasar yang luar biasa besar,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (2/11) malam.

Melihat hal tersebut, Xiao Qian mengungkapkan jika Indonesia dan Tiongkok memiliki peluang kerja sama yang dapat saling mengisi satu sama lain melalui ekspor-impor produk perikanan. Ia mengatakan, setiap tahunnya Tiongkok melakukan impor produk perikanan sebesar 4 juta ton dari berbagai negara. Dari nilai tersebut, Indonesia baru mengekspor 200.000 ton produk perikanan atau 5 persen dari kuota impor perikanan ke Tiongkok setiap tahunnya. Ekspor produk perikanan ini, menurutnya, dapat dioptimalkan ke depannya.

“Indonesia memiliki ruang kerja sama yang luar biasa besar. Jika kita memulai kembali kerja sama kelautan dan perikanan, saya yakin ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok pasti akan mencapai angka yang luar biasa besar,” ujarnya kembali.

Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyambut baik usulan Tiongkok. Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, industri perikanan Indonesia perlu dioptimalkan, termasuk dalam membangun sektor budidaya. Salah satunya, terkait kendala yang dihadapi Indonesia untuk mencegah virus dalam budidaya udang. Ia berharap, Tiongkok dapat berbagi teknolgi dan ilmu di bidang budidaya perikanan yang dimilikinya dengan Indonesia.

“Tiongkok adalah salah satu negara yang memiliki teknologi dan ilmu untuk mencegah penyebaran virus penyakit udang. Kami perlu belajar dari negara Anda terkait teknologi di bidang budidaya ini,” ucap Edhy.

Edhy mengakui bahwa Indonesia terbuka terhadap peluang kerja sama yang baik antara kedua negara. Kendati begitu, ia menekankan bahwa setiap kerja sama yang dilakukan akan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal dan devisa bagi Indonesia.

“Tentunya, kami berkepentingan di negara kami bahwa setiap kerja sama yang kita lakukan akan menyerap lapangan pekerjaan dan menghasilkan devisa,” pungkas Edhy.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: