BNPB: 2.000 Personel TNI Dikerahkan Bantu Percepatatan Pembangunan Hunian Korban Gempa

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Nov 2019   14:00 WIB

Komentar
BNPB: 2.000 Personel TNI Dikerahkan Bantu Percepatatan Pembangunan Hunian Korban Gempa

Agus Wibowo Kapusdatin BNPB (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah usai diguncang gempa bumi, tsunami hingga likuifaksi masih terus berjalan.

Guna mempercepat pembangunan huntap, BNPB berkoordinasi dengan TNI untuk memberangkatkan 2.000personel Zeni untuk mambantu pembangunan huntap ke NTB dan Sulawesi Tengah.

“Ketika Kepala BNPB Doni Monardo mengunjungi lokasi dilihat pembangunannya terlambat, ternyata ini karena kekurangan orang, jadi salah satu caranya mengerahkan anggota Zeni,” demikian dikatakan Agus dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (31/10).

Baca Lainnya : Musim Hujan Mundur, BNPB: Waspadai Bencana Masa Transisi Musim

Diakui Agus, personel Zeni yang akan diberangkatkan ke Lombok akan membantu membangun rumah stimulan sebanyak 170 ribu unit. Diakuinya, sampai saat ini 105 unit rumah stimulan sudah terbangun atas dukungan, TNI, Polri dan masyarakat.

Untuk pembangian hunian sendiri Agus mengatakan hal ini menjadi wewenang pemerintah daerah. “Jadi sebelum menempati hunian, masyarakat akan terlebih dahulu didata oleh pemerintah setempat terkait kerusakan rumahnya apakah kategori rusak berat, rusak sedang atau rusak ringan,” beber Agus.

Baca Lainnya : Antisipasi Banjir di Musim Hujan, BNPB Siapkan Dana Hingga Rp850 Miliar

Diakui Agus, pemerintah setempat akan mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk masyarakat yang layak menerima bantuan itu.

“SK itu kemudian ditujukan ke BNPB. Menurut Agus, BNPB akan mengalokasikan dana bagi pemerintah setempat guna membangun hunian dan memperbaiki rumah warga. SK kemudian akan diperiksa, setelah itu baru dimintakan ke BNPB. Setelah disetujui, BNPB baru akan mengeluarkan dana,” pungkasnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: