Pancaroba Berlangsung, BMKG Prediksi Intensitas Hujan Meningkat Sepekan ke Depan

TrubusNews
Binsar Marulitua
31 Okt 2019   19:30 WIB

Komentar
Pancaroba Berlangsung, BMKG Prediksi Intensitas Hujan Meningkat Sepekan ke Depan

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id --
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, musim hujan 2019/2020 sebentar lagi akan dimulai sesuai prakiraan yang telah dibuat BMKG.

Saat ini sebagian daerah telah memulai masa peralihan dari musim kemarau ke hujan bahkan beberapa daerah (sebanyak 15%) yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, Palembang, Riau, Kaltim, sebagian Sulawesi dan Sebagian Papua bagian Barat sudah memasuki musim hujan

Baca Lainnya : BMKG Minta Masyarakat Waspada Puting Beliung Saat Pancaroba, Begini Tanda-tandanya

Potensi hujan sedang-lebat untuk periode 1 - 3 November 2019 diprediksi akan terjadi di wilayah:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Jawa Barat bagian selatan
- Jawa Tengah bagian barat
- sebagian Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Utara
- Papua

Sedangkan untuk periode 4 - 6 November 2019 potensi hujan lebat diprediksi akan terjadi di wilayah:
- Sumatera Selatan
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Papua

Di masa peralihan atau pancaroba, kondisi cuaca biasanya ditandai dengan perubahan arah angin dan peningkatan kecepatan. Kondisi seperti ini sering menimbulkan cuaca ekstrim seperti angin kencang dan puting beliung. 

Baca Lainnya : BMKG Minta Masyarakat Waspada Puting Beliung Saat Pancaroba, Begini Tanda-tandanya

"Hal ini yang perlu diwaspadai. Hujan dapat turun sesaat namun pada sektor pertanian tetap memperhatikan prakiraan yang dikeluarkan BMKG saat akan memulai musim tanam," jelas Dwikorita Karnawati di Gedung BMKG Jakarta, Kamis (31/10/2019). 

Untuk prospek musim kemarau 2020, hasil prediksi menunjukkan prospek curah hujan yang cenderung normal sesuai klimatologisnya dan kecil peluang terjadinya gangguan anomali iklim global. Kiranya pemenuhan dan penyimpanan cadangan air pada waduk-waduk, embung-embung, kolom retensi, dan sistem polder dapat dilakukan lebih dini pada saat puncak musim hujan hingga peralihan musim, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan mendesak penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kebutuhan pertanian. 
 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: