BNPB: Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Wilayah Rawan Karhutla, Catat Sebarannya

TrubusNews
Astri Sofyanti
31 Okt 2019   17:30 WIB

Komentar
BNPB: Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Wilayah Rawan Karhutla, Catat Sebarannya

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi hingga saat sekarang (31/10). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai 31 Oktober 2019, pukul 09.00 WIB mencatat titik panas di wilayah prioritas penangana karhutla di Sumatera Selatan sebanyak 185 titik, Jambi 8, dan Riau tidak terdeteksi. Sedangkan di Kalimantan Tengah, titik panas berjumlah 134 titik, Kalimantan Selatan 107 dan Kalimantan Barat 36.

“Masih terpantaunya titik panas, kualitas udara yang diukur dengan PM 2,5 dan bersumber dari KLHK masih pada ambang sedang hingga tidak sehat. Kualitas udara tidak sehat masih terpantau di Kalimantan Tengah, Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan wilayah lain pada kualitas sedang. Karhutla pada kawasan lain terpantau masih terjadi di Gunung Cikuray, Sumbing, Ungaran dan Rinjani. Luas lahan terdampak di seluruh wilayah Indonesia mencapai 857.756 hektare,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (31/10).

Diakui Agus, memasuki bulan November ini, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG menginformasikan bahwa perlu kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode transisi musim atau pada November hingga Desember. Potensi gelombang tinggi selama November perlu diwaspadai di perairan barat Sumatera hingga selatan Bali dan Nusa Tenggara Barat.

“Di samping potensi bahaya karena iklim dan cuaca, warga diimbau selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya gempa bumi. Bahaya ini tidak dapat diperkirakan sehingga kita harus selalu waspada dan siaga. Dampak pada korban dan kerusakan biasanya diakibatkan bukan karena gempa tetapi bangunannya,” tandasnya.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: