Penyebab Kematian Nomor Satu Dunia, Kementerian Kesehatan Ajak Masyarakat Kenali Gejala Stroke

TrubusNews
Astri Sofyanti
31 Okt 2019   12:30 WIB

Komentar
Penyebab Kematian Nomor Satu Dunia, Kementerian Kesehatan Ajak Masyarakat Kenali Gejala Stroke

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Cut Putri Arianie (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Cut Putri Arianie menyebut bahwa stroke menjadi salah satu penyakit penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahun. Data menunjukkan 1 dari 4 orang mengalami stroke, padahal sesungguhnya stroke dapat dicegah.

“Data Riskesdas 2013 prevalensi stroke nasional 12,1 permil, sedangkan pada Riskesdas 2018 prevalensi stroke 10,9 permil, tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur (14,7 per mil) sementara terendah di Provinsi Papua (4,1 per mil),” demikian dikatakan Cut Putri di Jakarta, mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, Kamis (31/10).

Berdasarkan data BPJS Kesehatan tahun 2016 Stroke menghabiskan biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp1,43 Triliun, tahun 2017 naik menjadi Rp2,18 Triliun dan tahun 2018 mencapai Rp2,56 Triliun.

“Penyakit Kardioserebrovaskuler seperti stroke dan penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan mengubah perilaku yang berisiko seperti penggunaan tembakau, diet yang tidak sehat dan obesitas, kurang aktivitas fisik dan penggunaan alkhohol,” ucap Cut.

Baca Lainnya : IDI Titipkan Sejumlah Cacatan Masalah Kesehatan ke Menteri Kesehatan Baru

Guna mencegah stroke berdampak buruk, masyarakat perlu mengetahui gejala-gejala yang biasanya terjadi pada penderita. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  1. Senyum tidak simetris, atau moncong ke satu sisi, tersedak, dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
  2. Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, biasanya tubuh bagian kanan.
  3. Tiba-tiba tidak dapat berbicara, kata-katanya tidak dimengerti, dan bicara tidak nyambung.
  4. Kebas atau baal, dan kesemutan separuh badan.
  5. Rabun, pandangan satu mata kabur terjadi tiba-tiba.
  6. Sakit kepala hebat muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan seperti terasa berputar dan gerakan sulit dikoordinasi.

Diakui Cut bila gejala tersebut muncul penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. Jangan sampai melebihi periode emas 4,5 jam pasca terserang stroke.

Baca Lainnya : IPB Gandeng Swasta untuk Edukasi Remaja Terkait Gizi dan Kesehatan

“Kementerian Kesehatan berharap, semoga kita semua dapat menjadi agen perubahan dalam perilaku hidup sehat, terutama dalam pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular, sehingga masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.

Kementerian Kesehatan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran

Hari Stroke Sedunia yang jatuh pada 29 Oktober mengambil tema Don’t Be The One dan tema nasional Otak Sehat, SDM Unggul. Hari Stroke tahun ini merupakan peringatan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar bisa hidup sehat.

Masyarakat juga diharapkan lebih berdaya dan produktif melalui kesiapsiagaan dan berperilaku hidup sehat. Mempermudah akses pelayanan kesehatan yang lancar dan baik, serta keterlibatan semua pihak dalam pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit kardioserebrovaskular sejak dini.

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: