Hadeuh, Nama Jalan Layang Baru Semanggi Jadi Perdebatan

TrubusNews
Trubus News
16 Juli 2017   13:20 WIB

Komentar
Hadeuh, Nama Jalan Layang Baru Semanggi Jadi Perdebatan

Simpang susun Semanggi sepanjang 1,6 kilometer. (Foto : Foto: Antara)

Pembangunan jalan layang lingkar Semanggi, Jakarta Selatan, sudah selesai. Rencananya jalan itu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus 2017. Namun, sampai saat ini pemerintah belum memutuskan nama bagi jalanan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, mantan atasannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menginginkan jalanan tersebut diberi nama Simpang Susun Semanggi.

“Ada juga yang mengusulkan namanya Simpang Baja Semanggi. Yang mengusulkan nama ini banyak juga,” kata Djarot di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (16/7/2017).

Djarot sendiri mengusulkan untuk nama jalan itu kata Semanggi harus ada. Nama itu, kata dia, memiliki landasan yang diciptakan pertama oleh Presiden RI pertama Soekarno dan juga perancangnya, Soetami.

Untuk memastikan nama yang cocok untuk jalan ini, Pemprov DKI akan menggelar rapat pimpinan. “Nanti kita putuskan antara dua nama itu, Simpang Susun Semanggi atau Simpang Baja Semanggi,” tuturnya.

Djarot mengaku sudah datang ke Semanggi untuk melihat perkembangan terakhir sebelum diresmikan. Ia optimis jalan laying baru itu dapat menjadi solusi kemacetan di kawasan tersebut.

Jalan layang itu mempertemukan jalanan dari arah Blok M, dari arah Cawang, dari arah Senayan, dan dari arah Bundaran Hotel Indonesia. “Dapat mengurangi kemacetan dengan catatan pekerjaan MRT (mas rapid transportation) di Bendungan Hilir dan Blok M selesai,” tukasnya.[AS]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: