Titik Panas Menurun, Status Darurat Karhutla Berakhir di Riau

TrubusNews
Binsar Marulitua
30 Okt 2019   23:20 WIB

Komentar
Titik Panas Menurun, Status Darurat Karhutla Berakhir di Riau

ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau akan berakhir pada Kamis tanggal 31 Oktober 2019.

Wakil Komandan Satuan Tugas Karhutla Riau, Edwar Sanger mengatakan Satgas alam menggelar rapat koordinasi untuk membahas status siaga darurat di Gedung Daerah Pauh Janggi Gubernuran RIau malam ini.

Gubernur Riau, Syamsuar yang juga menjabat Komandan Satgas Karhutla Riau akan memimpin rapat koordinasi tersebut.

 

"Rapat koordinasi Satgas Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau dijadwalkan pukul 20.00 malam," ujar di Pekanbaru, Rabu (30/10/2019). 

Baca Lainnya : Perkebunan Sawit Dominasi Karhutla Mencapai 328.724 Hektare, KLHK Rinci Pemadaman Habiskan Rp105 Miliar

Edwar mengisyaratkan Satgas tidak akan memperpanjang status siaga karena jumlah titik panas menurun dan kondisi relatif bisa dikendalikan. Selain itu, Riau dalam bulan Oktober juga banyak turun hujan.

"Jika dibandingkan dengan Jambi dan Sumatera Selatan, Riau sudah dapat dikendalikan," katanya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Rabu pagi pukul 06.00 WIB satelit Terra Aqua masih mendeteksi ada 10 titik panas yang jadi indikasi awal karhutla. Lokasi titik panas tersebar di Kabupaten Pelalawan ada lima titik, Indragiri Hilir ada tiga titik dan Indragiri Hulu ada dua titik panas.


Baca Lainnya : KLHK Kucurkan Rp105 Miliar dalam Pemadaman Karhutla Sampai Oktober 2019
Namun, dari 10 titik tersebut hanya memiliki tingkat kepercayaan (level confidence) 50 persen.

Sementara itu, jumlah titik panas di Sumatera Selatan jauh lebih banyak yakni ada 31 titik.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga sudah memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan dari seharusnya berakhir 31 Oktober menjadi 10 November 2019.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru di Palembang, pada pekan lalu menyatakan keputusan memperpanjang status tersebut untuk merespon perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang menyatakan bahwa hujan di wilayah Sumsel akan turun pada pekan kedua November. (ANTARA). 

   

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: