Diklaim Ramah Lingkungan, KKP Segera Kaji Ulang Larangan Penggunaan Cantrang

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Okt 2019   13:00 WIB

Komentar
Diklaim Ramah Lingkungan, KKP Segera Kaji Ulang Larangan Penggunaan Cantrang

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat meninjau aktivitas perikanan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/10/2019) (Foto : KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengungkapkan, bakal mengkaji ulang pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang yang sudah diterapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti.

Perihal tersebut diungkapkan saat kunjungan Menteri Edhy  di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/10/2019) kemarin. 

"Kami akan kaji kembali wacana cantrang, Kami akan  dengarkan semua pihak," katanya. 

Larangan cantrang dan 16 alat tangkap yang dianggap merusak lingkungan lainnya mulai diberlakukan tahun 2018. Larangan tersebut memang sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) KP Nomor 2 Tahun 2015 dan Permen KP Nomor 71 Tahun 2016.

Baca Lainnya : Pemerintah Perbolehkan Penggunaan Cantrang Jika Ramah Lingkungan 

Menteri Edhy menjelaskan, sejumlah pihak dan peneliti sudah memaparkan kajian penggunaan cantrang tidak merusak lingkungan. Sebab, penangkapan menggunakan cantrang hanya digunakan di laut berdasar pasir maupun berlumpur, bukan di laut berterumbu karang.

Menurut pendapat tersebut, penggunaan cantrang di laut berterumbu karang justru akan merobek cantrang tersebut, bukan merusak terumbu karangnya. 

"Kata siapa cantrang enggak benar? Mana mungkin, Pak, saya punya alat tangkap (cantrang) mau taruh di terumbu karang. Ya robek, lah. Cantrang nangkap untuk dasar laut yang berlumpur saja' katanya,"tambahnya.

Baca Lainnya : Imbas Pengalihan Cantrang, Pabrik Surimi Harus Diversifikasi Bahan Baku

Dengan adanya pendapat itu, Edhy bakal menyatukan semua pendapat dari berbagai pihak. Dia bilang, belum tepat rasanya menyamaratakan kebijakan pengusaha nelayan dengan pengusaha nelayan pribadi.

 "Pengusaha nelayan dan pengusaha nelayan pribadi jangan dihadap-hadapkan. Mereka saling melengkapi. Musuh utama kita kan mereka yang mencuri ikan kita. Musuh utama kita bukan nelayan, dan musuh utama kemiskinan," tambah Edhy. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Edhy Prabowo menyambangi dua pusat aktivitas perikanan di Jakarta Utara, Senin (28/10). Kedua lokasi tersebut adalah Pelabuhan Perikanan (PP) Muara Angke dan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Nizam Zachman, Muara Baru.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Edhy didampingi Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Agus Suherman. 

Kedatangan Menteri Edhy di kedua lokasi tersebut bukan hanya untuk meninjau aktivitas perikanan, melainkan juga melakukan dialog dengan nelayan dan stakeholder kelautan dan perikanan lainnya. Dialog tersebut bertujuan untuk mengenali kondisi, menjaring aspirasi, keluhan, dan masukan dari masyarakat nelayan dan para pelaku usaha. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: