BMKG Rekam 5 Gempa Susulan Pasca Gempa Magnitudo 6,6 di Mindanao Filipina

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Okt 2019   11:45 WIB

Komentar
BMKG Rekam 5 Gempa Susulan Pasca Gempa Magnitudo 6,6 di Mindanao Filipina

Hasil analisis empa bumi magnitudo 6,6 melanda wilayah Mindanao Filipina pada Selasa pukul 08.04.45 WIB. (Foto : BMKG)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merekam 5 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)  pasca gempa bumi magnitudo 6,6 melanda wilayah Mindanao Filipina pada Selasa 29 Oktober 2019 pukul 08.04.45 WIB. Guncangan gempa susulan terbesar,  terekam bermagnitudo 5,6. 

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan gemap bumi di Filipina yang teras hingga Indonesia, adalah pesan penting dari peristiwa gempa ini adalah agar kita selalu mewaspadai jalur sesar aktif di wilayah Indonesia. 

"Menariknya, gempa Mindanao pagi  ini sebenarnya sudah didahului gempa pembuka yang mengguncang kuat pada tanggal 16 Oktober 2019 atau 12 hari lalu dengan magnitudo 6,4," jelas Daryono di Jakarta, Selasa (29/10/2019). 

Baca Lainnya : Gampa Magnitudo 6,6 Porak Porandakan Filipina, Getaran Sampai Indonesia

Daryono mengungkapkan, mekanisme sumber gempa ini  berupa sesar mendatar/geser (strike-slip) yang mencirikan aktivitas gempa akibat sesar aktif.

Gempa pagi ini magnitudonya lebih besar, sehingga tampaknya gempa kali ini akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah, karena peta tingkat guncangannya (shake map) menunjukkan guncangan mencapai skala intensitas VII MMI. Artinya dapat terjadi kerusakan sedang hingga berat.

Gempa bumi Mindanao Ini dirasakan hingga di wilayah Indonesia seperti Tahuna, Sangihe, Melonguane, dan Talaud dalam skala intensitas II-III MMI. Di wilayah tersebut guncangan dirasakan seperti truk berlalu.

Baca Lainnya : Karhutla Belum Padam pada 5 Gunung di Jawa Timur

"Dampak gempa saat itu menyebabkan setidaknya satu  orang meninggal dunia dan lebih dari 24 orang terluka akibat guncangan kuat yang merusak bangunan saat gempa pembuka tersebut," jelasnya. 

BMKG Mengimbau, kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.  


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: