Gempa Magnitudo 6,6 Porak Porandakan Filipina, Getaran Sampai Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Okt 2019   10:48 WIB

Komentar
Gempa Magnitudo 6,6 Porak Porandakan Filipina, Getaran Sampai Indonesia

ilustrasi gempa (Foto : BMKG)

Trubus.id -- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,6 yang bersumber di Mindanao Filipina telah memporak-porandakan negeri penghasil beras terbaik di Asia Tenggara tersebut, pada Selasa 29 Oktober 2019 pukul 08.04.45 WIB. Guncangan gempa ini dirasakan hingga wilayah Indonesia.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan informasi awal gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 6,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 6,6. 

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.74 LU dan 125.18 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 388 km arah Baratlaut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 15 km," jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Baca Lainnya : BMKG: Suhu Panas di Indonesia Akibat Gerak Semu Matahari

Rahmat menjelaskan, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (Strike-Slip).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Triyono

Guncangan gempabumi ini dirasakan di Tahuna, Kabupaten Sangihe dan Melonguane, Kabupaten Talaud II-III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah.  seakan akan truk berlalu hingga saat
belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. 

Baca Lainnya : El Nino 2019 Usai, BMKG Ramal El Nino Kuat pada 2020 Nihil

Sementara itu, Kepala Bidang Mitifgasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan Dampak gempa saat itu menyebabkan setidaknya satu  orang meninggal dunia dan lebih dari 24 orang terluka akibat guncangan kuat yang merusak bangunan saat gempa pembuka tersebut. 

BMKG mengimbau kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. 

"Pesan penting dari peristiwa gempa ini adalah agar kita selalu mewaspadai jalur sesar aktif di wilayah Indonesia,"tambahnya. 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: