130 Titik Panas Potensi Karhutla Masih Terdeteksi Memasuki Awal Musim Hujan

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Okt 2019   13:00 WIB

Komentar
130 Titik Panas Potensi Karhutla Masih Terdeteksi Memasuki Awal Musim Hujan

ilustrasi Karhutla (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Potensi kabakaran hutan dan lahan (karhutla) diprakirakan masih berpeluang terjadi meski sebagian wilayah rawan, telah memasuki awal musim hujan.  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mendeteksi 130 titik panas (hotspot) pada sejumlah wilayah di Tanah Air. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, pantauan titik panas berdasar citra satelit MODIS oleh LAPAN menunjukkan bahwa, masih terdapat 2 titik panas di Jambi, 59 titik panas di Sumatera Selatan, 10 titik panas di Lampung, 2 titik panas di Kalimantan Barat,. 

Selain itu, 11 titik panas terpantau di Kalimantan Tengah dan 46 titik panas di Kalimantan Selatan. 

"Tidak ada titik panas di Riau," jelas Agus di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Baca Lainnya : Karhutla Belum Padam pada 5 Gunung di Jawa Timur

Agus menjelaskan, pantauan karhutla pada hari ini, arah angin menuju barat laut sehingga menyebabkan asap  di sekitar wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan menuju ke Kota Palembang dan ke Jambi dan sekitarnya.

Hal tersebut menyebabkan kualitas udara di Bandara Mahmud Badaruddin II Palembang pada kondisi berbaya (221,4), dan Bandara Sultan Taha Jambi pada kondisi tidak sehat (48,5), sedangkan di Bandara Pekanbaru kualitas udara pada tingkat sedang (18,9).

Sedangkan di Kalimantan, Lanjut Agus, karhutla menyebabkan asap mengarah ke Kota Palangkaraya sehingga kualitas udara pada tingkat tidak sehat (36), di Kalsel kualitas udara pada tingkat sedang (17) dan di Kalbar pada tingkat sehat (8).

Baca Lainnya : PN Palangkaraya Hukum PT. AUS Rp261 Miliar Pemulihan 970 Ha Karhutla

Pemadaman di enam provinsi prioritas tetap dilanjutkan yaitu dengan mengerahkan satgas darat untuk patroli, sosialisasi dan pemadaman; Satgas Udara dengan mengerahkan 50 pesawat yaitu 36 heli water bombing, 10 heli patroli dan 4 pesawat TMC.

"Sampai dengan hari ini sudah 395.115.650 liter air ditumpahkan oleh helikopter water bombing, dan 273.216 kg garam NaCl untuk operasi TMC,"tambahnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: