Kebakaran Hutan California Paksa 180 Ribu Warga Mengungsi

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Okt 2019   10:00 WIB

Komentar
Kebakaran Hutan California Paksa 180 Ribu Warga Mengungsi

Kebakaran hutan di California (Foto : Getty Images/Justin Sullivan)

Trubus.id -- Setidaknya 180 warga California mengusi akibat terjadinya kebakaran hutan yang melanda bagian utara. Melihat kondisi tersebut, Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan keadaan darurat bagi seluruh negara bagian California pada, Minggu (27/10) waktu setempat. Api Kincade yang paling dahsyat di California tahun ini mulai muncul pada Rabu lalu (23/10) dan menyebar dengan cepat akibat hembusan angin kencang hingga 145 kilometer per jam. Angin kencang secara signifikan dikhawatirkan meningkatkan risiko kebakaran.

"Kami mengumumkan keadaan darurat di seluruh negara bagian, yang disebabkan angin kencang yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Newsom seperti dilaporkan AFP, Senin (28/10).

Kebakaran dahsyat ini dipicu oleh angin kencang dan juga mengakibatkan pemadaman listrik massal yang mengancam wilayah Sonoma. Perusahaan listrik Pacific Gas and Electric Sabtu sore mulai mematikan listrik bagi sejumlah besar pelanggannya. Pemadaman listrik itu akan berdampak pada hampir tiga juta penduduk, termasuk yang tinggal di kota San Francisco, kawasan perkebunan anggur di Sonoma dan daerah perbukitan Sierra.

Apa yang disebut Kincade Fire, sebelah utara San Francisco, menyebar hingga 12.000 hektar dan hanya 10 persen yang bisa diatasi pada Minggu malam. Kebakaran ini merupakan yang terbesar dari puluhan kasus kebakaran hutan di seluruh negara bagian California. Kebakaran dahsyat ini menghanguskan puluhan rumah hingga menghancurkan kilang anggur, termasuk Soda Rock Winery yang dibangun pada 1869.

"Kami sedang mengerahkan setiap sumber daya yang tersedia, dan sedang berkoordinasi dengan banyak lembaga saat kami terus menanggapi kebakaran ini," ungkap Newsom.

"Sangat penting bahwa orang-orang di zona evakuasi memperhatikan peringatan dari pejabat dan petugas responden pertama, dan memiliki sumber daya lokal dan negara yang mereka butuhkan saat kita memerangi kebakaran ini," pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: