BNPB Segera Berikan Ikan Nemo untuk Pemulihan Ekonomi Bencana Ambon

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Okt 2019   07:00 WIB

Komentar
BNPB Segera Berikan Ikan Nemo untuk  Pemulihan Ekonomi Bencana Ambon

Kapala BNPB Doni Monardo (tengah) saat meninjau Balai Perikanan Budidaya Ambon, Maluku Minggu (28/10/2019). (Foto : BMPB)

Trubus.id -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan akan memberikan bantuan pemulihan ekonomi melalui budidaya ikan laut hias kepada warga terdampak bencana Ambon, Maluku beberapa waktu lalu. 

"BNPB akan memberikan bantuan pemulihan ekonomi melalui budidaya ikan laut hias, khususnya ikan hias Nemo," jelas Doni didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail meninjau Balai Perikanan Budidaya, Minggu (28/10/2019). 

Baca Lainnya : Capai 857 Hektare, Karhutla Melonjak Hampir 160 Persen pada September 2019 

Doni mengungkapkan, alasan memberikan bantuan pemulihan ekonomi melalui  ikan hias Nemo karena banyak permintaan dari luar negeri. Menurutnya 1 ekor ikan kecil Nemo bisa seharga 10 USD. 

Selain itu, lajut Doni, BNPB akan memberikan pembinaan dari mulai pembuatan akuarium, pelatihan perawatan ikan dan juga memberikan target pasar untuk penjualan. 

"Diharapkan dengan adanya pembinaan budidaya ikan hias ini, mampu memberikan solusi jangka pendek bagi masyarakat terdampak,"tambah Doni dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. 

Baca Lainnya : Karhutla, Sumsel dan Jambi Masih Diselimuti Asap Tebal dan Jarak Pandang Terbatas

Tidak hanya budidaya ikan hias, BNPB juga akan memberikan bantuan pemulihan ekonomi lainnya berupa pengolahan ikan asap. Maluku merupakan salah satu penghasil ikan Tuna dan Cakalang yang terbesar, ikan tersebut akan diolah menjadi ikan asap agar terjaga kualitasnya.

"Hasil budidaya ikan laut hias Nemo dan ikan asap akan diekspor ke berbagai negara dan juga beberapa daerah di Indonesia", lanjut Doni.

Setelah meninjau Balai Perikanan, Doni Monardo menyampaikan amanah yang didapatkan dari kegiatan peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 yang dihelat 13-15 Oktober 2019 di Bangka Belitung. Penggalangan dana menghasilkan uang sejumlah Rp2 Milliar untuk korban gempa Ambon.

"Uang hasil dari penggalangan dana sebesar 2 milliar rupiah didapatkan dari Gubernur, Pegawai Negeri, masyarakat, dan dunia usaha serta BPBD se-Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut", ucap Doni.

Dana tersebut sudah ditransfer ke rekening BPBD Provinsi dan selanjutnya akan dibagi rata ke BPBD terdampak gempa beberapa waktu lalu, yaitu Provinsi Maluku, BPBD Kota Ambon, BPBD Kabupaten Seram Barat dan BPBD Maluku Tengah.

Saat ini, status penanganan bencana gempa Maluku sudah memasuki masa transisi menuju ke pemulihan. Pemda Kabupaten/Kota terdampak sudah membuat surat keputusan jumlah kerusakan rumah berdasarkan kategori rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: