Indonesia Sampaikan 4 Komitmen Baru dalam Our Ocean Conference 2019 di Norwegia

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Okt 2019   18:00 WIB

Komentar
Indonesia Sampaikan 4 Komitmen Baru dalam Our Ocean Conference 2019 di Norwegia

Suasana Our Ocean Conference (OOC) 2019 yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2019 di Oslo, Norwegia. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja memimpin delegasi Indonesia dalam perhelatan OOC kali ini.  (Foto : KKP)

Trubus.id -- Indonesia kembali berkontribusi dalam dalam Our Ocean Conference (OOC) 2019 yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2019 di Oslo, Norwegia. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja memimpin delegasi Indonesia dalam perhelatan OOC kali ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Sjarief menyatakan bahwa Indonesia telah mengimplementasikan sebagian besar komitmen yang diteken dalam OOC periode tahun 2017 dan 2018.

Berbagai komitmen tersebut antara lain dilakukan dalam bidang pembangunan kapasitas (capacity building); iklim, pencegahan dan pemantauan pengasaman laut; mempromosikan perikanan yang berkelanjutan; perlindungan laut; pengurangan polusi laut; jaringan kerja laut yang aman; serta pemetaan dan pemahaman lautan dan masa depan konferensi samudera.

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti Usai, Jokowi Berikan Mandat Edhy Prabowo Nahkodai KKP 

“Dalam upaya perlindungan laut, Indonesia berhasil mencapai target perluasan kawasan konservasinya pada tahun 2018. Target perluasan kawasan konservasi Indonesia pada tahun 2018 lalu sebesar 22,68 juta hektar telah tercapai. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam melindungi laut dan menjaga keberlanjutannya,” ujar Sjarief dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/10/2019). 

Tak henti sampai di situ, Indonesia menyampaikan 4 komitmen baru dalam OOC 2019 dalam upaya menjaga laut dunia.

“Pertama, Indonesia berkomitmen untuk mencadangkan 700.000 hektar Kawasan Konservasi Perairan pada tahun 2020. Untuk itu, Indonesia mengalokasikan dana sebesar USD6,68 juta untuk mendukung pembentukan MPAs baru dan meningkatkan efektivitas pengelolaan MPAs yang sudah ada,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Agus Dermawan, selaku anggota delegasi.

Kedua, Indonesia berkomitmen untuk melakukan stock assessment di perairan darat dengan menggunakan metode yang telah terstandardisasi, baik secara ilmiah maupun pendekatan praktis. Hal ini ditujukan untuk mendukung implementasi manajemen perikanan berbasis ilmiah pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar USD705.000.

“Ketiga, Indonesia berkomitmen melakukan perpanjangan proyek peningkatan sistem peramalan laut untuk mengurangi resiko bencana maritim.  Perpanjangan proyek ini akan dilakukan pada tahun 2019-2024 dengan alokasi dana senilai USD121 juta,” tambah Agus. 

Keempat, pengawasan kelautan dan perikanan juga menjadi komitmen Indonesia. “Kita akan terus melakukan kegiatan pengawasan melalui kapal patroli dan pengawasan udara, operasi pusat komando, investigasi kejahatan kelautan dan perikanan, pengawasan KKP, peningkatan partisipasi pengawasan berbasis masyarakat, memerangi penangkapan ikan yang merusak, dan kegiatan terkait lainnya,” tutur Agus.  

Selain menghadiri sidang pleno, delegasi Indonesia yang hadir menyelenggarakan beberapa side event. Salah satunya, sebuah sesi bertajuk ”Enhancing Marine Enhancing Marine Sustainability through Cooperation, Conservation Actions and Marine Debris and Disaster Risk Reduction” yang diselenggarakan Indonesia bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society (WCS). 

Baca Lainnya : KKP Catat 270 Kasus Penyelundupan Benih Lobster Sepanjang 2015 -2019

 “Sesi diawali dengan pertemuan antara delegasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Myanmar untuk mendiskusikan sejumlah isu kelautan dan perikanan seperti pengembangan perencanaan ruang laut, pengelolaan kawasan konservasi perairan secara efektif, penanganan sampah plastik, dan penggunaan VMS dalam pengelolaan perikanan,” jelas Agus. 

Penyelenggaraan sesi ini ditujukan untuk mempererat kerja sama Indonesia dengan negara tetangga serta menyampaikan dan mempromosikan upaya dan capaian Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan sumber daya laut dan perikanan secara berkelanjutan. 

Sebagai informasi, penyelenggaraan OOC kali ini merupakan yang ke-6 sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2014.  Sebelumnya, perhelatan dilakukan di Washington DC, Chile, Malta, dan Indonesia. Kepala Delegasi Indonesia pada OOC 2019 Sjarief Widjaja mengatakan, Indonesia memainkan peran penting dalam menjaga laut dunia lewat perhelatan tingkat global. 

 

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: