KLHK Akan Libatkan Masyarakat dalam Kelola Kawasan Konservasi

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Okt 2019   11:00 WIB

Komentar
KLHK Akan Libatkan Masyarakat dalam Kelola Kawasan Konservasi

Ilustrasi kawasan konservasi (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Direktur Jenderal  Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno menyampaikan pelibatan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi merupakan salah satu dari 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi. Hal ini dilakukan untuk mencapai target pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan bidang KSDAE Tahun 2020.

"Masyarakat sebagai subjek, jadi masyarakat itu diposisikan sebagai subjek atau pelaku utama dalam berbagai model pengelolaan kawasan," jelas Wiratno beberapa waktu lalu. 

Kemudian cara itu harus mempertimbangkan prinsip–prinsip penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, kerja sama lintas Eselon 1 di Kementerian KLHK, kerja sama lintas kementerian/lembaga, penghormatan nilai budaya dan adat, kepemimpinan multilevel, pengambilan keputusan berbasis sains, pengelolaan berbasis resort, adanya penghargaan dan pendampingan, serta menjadi organisasi pembelajar atau Learning Organization.

Wiratno juga berpesan agar jajarannya lebih memperhatikan sisi-sisi kemanusiaan dari kerja konservasi, disamping menguasai lapangan dan ketersediaan data.

Baca Lainnya : PN Palangkaraya Hukum PT. AUS Rp261 Miliar Pemulihan 970 Ha Karhutla

"Harus sering turun ke lapangan, dengarkan masyarakat, kalau ada masalah, selesaikan bersama-sama," pesan Wiratno kepada jajarannya.

"Konservasi alam bukan hanya sekadar pekerjaan. Ia adalah jalan hidup yang dipilihkan Tuhan kepada kita. Maka bersyukurlah dengan cara bekerja ikhlas, bekerja keras, dan bekerja cerdas dalam menjalaninya," imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, bahwa selain turun ke lapangan, juga perlu adanya cara kerja dan berfikir yang baru yaitu Adaptif, Produktif, Inovatif, dan Kompetitif (APIK).

Baca Lainnya : Sudah 20 Konsesi Perusahaan Asing Disegel Terkait Karhutla

 Bambang mengingatkan kembali Visi Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

"Bapak Presiden menyampaikan kondisi di lapangan agar terjadi konektivitas. Pada kawasan konservasi sudah terlihat sekarang koneksinya dengan pariwisata. Selain itu, investasi dalam hal ini perizinan di kawasan konservasi tidak boleh ada hambatan," ujarnya.

Visi lain yang berkaitan dengan pengelolaan konservasi yaitu pengembangan sumber daya manusia dan birokrasi melalui cara kerja dan cara berfikir yang baru. Selain itu, penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: