Menteri Baru KKP, 3 Kapal Ikan Filipina Ditangkap Mencuri Ikan di Sulawesi

TrubusNews
Binsar Marulitua
24 Okt 2019   12:30 WIB

Komentar
Menteri Baru KKP,  3 Kapal Ikan Filipina Ditangkap Mencuri Ikan di Sulawesi

Salah satu kapal ikan filipina yang ditangkap PSDKP KKP di di WPP-NRI perairan Laut Sulawesi tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang resmi . (Foto : PSDKP KKP)

Trubus.id --Upaya penegakan hukum di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) terus dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam masa pemimpin baru Edhy Prabowo  yang dilantik, Rabu 23 Oktober 2019di Istana Kepresidenan, Jakarta. Tiga kapal Ikan asing berbendera Filipina ditangkap karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal. 

“Kali ini, 3 KIA berbendera Filipina berhasil ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 015,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman di Jakarta, Kamis (24/10/2019). 

Agus menjelaskan, 3 (tiga) kapal yang ditangkap K. Hiu 015 yang dinakhodai oleh Capt. Aldy Firmansyah memiliki nama lambung M/B Ca Jerick (82,47 GT), Quadro King (5 GT), dan F/B CA St John Paul (7 GT). 

“Ketiga kapal ikan asing tersebut melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI perairan Laut Sulawesi tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang resmi dari pemerintah Republik Indonesia,” tutur Agus. 

Baca Lainnya : Hari Terakhir Bertugas, Menteri Susi Tak Dendam Malaysia Tenggelamkan Kapal Ikan Indonesia

Dalam proses penangkapan tersebut, terdapat 20 Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Filipina. Namun ketika sedang dilakukan proses pemeriksaan di laut, sebagian ABK melarikan diri menggunakan perahu kecil menuju perairan Filipina.

“ABK yang yang berhasil diamankan sebanyak 7 orang berkewarganegraan Filipina karena sebagian berhasil melarikan diri saat pemeriksaan di laut sedang berlangsung,” jelas Agus. 

Selanjutnya, KP Hiu 015 mengawal ketiga kapal beserta 7 orang ABK ke Stasiun PSDKP Tahuna, Sulawesi Utara untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. 

Atas kegiatan ilegal yang dilakukan, pelaku diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar. 

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti Usai, Jokowi Berikan Mandat Edhy Prabowo Nahkodai KKP 

Penangkapan ketiga kapal tersebut, menambah deretan KIA ilegal yang berhasil ditangkap oleh KKP selama 2019. Terhitung sejak Januari hingga 24 Oktober 2019, sebanyak 54 kapal berhasil ditangkap saat melakukan upaya penangkapan ikan secara ilegal di WPP-NRI. 

“Total 54 kapal ikan asing yang ditangkap tahun ini terdiri dari 20 kapal berbendera Malaysia, 19 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina, dan 1 kapal berbendera Panama,” pungkas Agus. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik Jadi 2.858 Jiwa

Peristiwa   28 Feb 2020 - 12:04 WIB
Bagikan: