Kepala LIPI: ISE 2019 Ajang Interaksi dan Kolaborasi Iptek

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Okt 2019   12:02 WIB

Komentar
Kepala LIPI:  ISE 2019 Ajang Interaksi dan Kolaborasi Iptek

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko bersama 11 negara partisipan membuka Indonesia Science Expo 2019 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (23/10) (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko secara resmi membuka Indonesia Science Expo (ISE) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (23/10). Pameran sains terbesar terbesar di Indonesia ini diselenggarakan 23 sampai 26 Oktober 2019.

Handoko mengatakan,  kabinet kerja jilid II 2019-2024 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta akan mengundang talenta-talenta global sebagai salah satu dari lima prioritas utama.

Dikatakannya, pemahaman tentang iptek dan hasil riset perlu digaungkan untuk menciptakan ekosistem dan budaya iptek yang kondusif guna membentuk sosok-sosok SDM unggul.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015, Indonesia Science Expo menjadi sarana penting membumikan sains dan hasil-hasil riset para peneliti maupun inovator yang ada di Indonesia agar masyarakat luas memahami pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan science –based society.

Dalam lima kali penyelenggaraannya, ISE konsisten menjadi ajang untuk memperkenalkan hasil -hasil terkini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Juga menjadi wadah bagi penyedia dan pemakai hasil riset di berbagai sektor.

“Sebagai pelaksana tugas pemerintah dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia terus membuka peluang bagi semua pihak untuk terlibat dalam kegiatan penelitian,” kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko ketika membuka ISE 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Rabu (23/10).

Menurut Handoko, ISE akan menjadi platform yang mempertemukan publik dengan berbagai latar belakang mulai dari akademisi, unsur pemerintah, industri, pelajar, juga masyarakat umum.

“Publik bisa terlibat secara langsung dalam aktivitas sains sesuai ketertarikan mereka. Diharapkan akan menciptakan interaksi yang memunculkan kolaborasi,” ujar Handoko.

Mengusung tagline Today and Beyond, penyelenggaraan ISE pada tahun ini mengambil tema besar keanekaragaman hayati Indonesia untuk kehidupan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Tema ini penting diangkat agar publik tahu potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya tapi juga banyak yang berada di ambang kepunahan,” ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati.

Enny menjelaskan, ISE menjadi cara meningkatkan kesadaran publik untuk melestarikan juga memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.

“Diharapkan ISE akan semakin membuka wawasan masyarakat termasuk sektor industri untuk menciptakan peluang kerja sama riset dan pendanaan,” tambah Enny.

Di ISE 2019, keanekaragaman hayati Indonesia akan hadir dalam berbagai sentuhan teknologi dan inovasi yang akan ditampilkan lewat berbagai aktivitas seperti eksibisi hasil penelitian dari lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri; Science Movie; Science Show dan Talkshow; seminar dan konferensi internasional; temu bisnis; juga beragam kegiatan kompetisi ilmiah generasi muda dalam LIPI Youth Science Fair yang mencakup ajang LIPI Young Scientist Award, Lomba Karya Ilmiah Remaja, dan National Young Inventors Award.

“Yang spesial dari ISE tahun ini juga bertepatan dengan momentum Indonesia menjadi tuan rumah International Exhibition for Young Inventors,” beber Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries.

Dirinya menjelaskan, tahun ini adalah kali ketiga Indonesia menjadi tuan rumah setelah sebelumnya pada tahun 2007 di Yogyakarta dan tahun 2014 di Jakarta. Untuk tahun ini, IEYI diikuti 150 proyek penelitian dari 11 partisipan internasional yakni Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Philipina, Rusia, Singapura Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

"Kami ingin menggugah masyarakat bahwa generasi muda adalah sumber ide dan inovasi utk perubahan kehidupan menuju arah yang lebih baik,” tandas Nur.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: