Kelinci Hias Asal Indonesia Tembus Pasar Dunia, Kementan: Ekspor Meningkat

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Okt 2019   12:30 WIB

Komentar
Kelinci Hias Asal Indonesia Tembus Pasar Dunia, Kementan: Ekspor Meningkat

Petigas Badan Karantina Pertanian Bandara Soekarno Hatta yang akan melepas ekspor kelinci hias ke sejumlah negara, Selasa (22/10) (Foto : Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat adanya peningkatan permintaan atau ekspor hewan hasil penangkaran berupa kelinci hias sebesar 73 persen di tahun ini. Ekspor kelinci hias ini tembus ke berbagai negara Asia, Eropa dan Amerika. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Karantian Pertanian Soekarno Hatta, Imam Djajadi.

Berdasarkan data sistem automatisasi perkarantinaan, IQFAST di unit kerjanya, hingga Oktober 2019 tercatat ekspor kelinci telah mencapai 425 ekor dengan nilai ekonomi sekitar Rp297,5 juta. Sementara total ekspor di tahun 2018 hanya mencapai 245 ekor atau senilai Rp171,5 juta.

"Selama dua tahun terakhir ini permintaan kelinci hias Indonesia datang dari negara Amerika, Filiphina, Belanda, Malaysia, Polandia, Pakistan dan Myanmar. Permintaan terbesar datang dari negara Pakistan. Sementara jenis kelinci hias yang digemari adalah jenis English Angora, Holland Hop, Netherland Dwarf, Fuzzy Loops dan Dwaft Hotot," kata Imam ketika melepas ekspor kelinci hias di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (22/10).

Baca Lainnya : Dukung Pengendalian Penyakit Hewan dan Zoonis, Kementan Kembangkan Sistem Informasi Laboratorium Terintegrasi

Menurut Imam, tingginya permintaan kelinci hias Indonesia karena hewan tersebut digemari sebagai hewan peliharaan untuk meramaikan rumah. Selain itu, kelinci hias bisa juga untuk diikutkan dalam berbagai kompetisi.

"Kita dorong pelaku usaha untuk tingkatkan ekspor dengan layanan karantina cepat dan tepat agar dapat diterima di negara tujuan sesuai persyaratan ekspornya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Karantina Hewan Soekarno Hatta, Nuryani Zainuddin menuturkan peningkatan ekspor pangan khusus kelinci hias tersebut karena terobosan Karantina Pertanian dalam memberikan kemudahan pelayanan dokumen ekspor. Misalnya, Karantina Pertanian Soetta sebelum melepas ekspor telah memberikan health certificate bagi 50 ekor kelinci hias tujuan Pakistan.

Baca Lainnya : Sistem Tusip Menjadi Andalan Kementan Tingkatkan Produksi Kedelai di Tahun 2019

"Health Certificate, sebagai dokumen persyaratan ekspor negara tujuan, dikeluarkan Karantina Pertanian Soekarno Hatta setelah pastikan kelinci dalam keadaan sehat," jelasnya.

Diakui Nuryani, setiap kali pengiriman ekspor kelinci, petugas Karantina Pertanian Soekarno Hatta selalu melakukan pemeriksaan dokumen, keabsahan serta kesesuaian fisik dengan dokumen agar sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Dilanjutkan dengan pengecekkan kesehatan melalui pemeriksaan klinis umum oleh dokter hewan karantina juga dilakukan sebelum health certificate diterbitkan.

"Jika jumlah kelinci lebih dari 20an ekor, maka kelinci-kelinci tersebut harus masuk Instalasi Karantina Hewan (IKH, red) selama satu hari, karena pemeriksaan klinis umum ini membutuhan waktu," beber Nuryani. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: