Indonesia Perlu Belajar Kembangkan Wisata Sejarah dan Budaya dari Singapura

TrubusNews
Thomas Aquinus
22 Okt 2019   10:00 WIB

Komentar
Indonesia Perlu Belajar Kembangkan Wisata Sejarah dan Budaya dari Singapura

Ilustrasi destinasi wisata sejarah di Indonesia (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Singapura yang lebih serius dalam mengaktualisasikan titik-titik peninggalan sejarah dan budaya dapat menjadi pembelajaran dalam mengelola bentuk wisata bersejarah di Indonesia. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Panca Sarungu dalam siaran pers, Senin (21/10) yang menilai Pemerintah Singapura memiliki perhatian yang cukup besar dalam menggarap pariwisata budaya (heritage tourism). 

“Untuk mengelola wisata sejarah, kita perlu belajar dari mereka. Namun sebenarnya daya tarik Singapura bagi orang Indonesia lebih mengarah pada wisata belanja, manmade attraction seperti Universal Studio dan lain-lain,” ujarnya,

“Banyak gedung-gedung peninggalan kolonial yang masih berfungsi seperti sekarang. Bisa kita lihat seperti gedung bekas kantor pos yang menjadi hotel, ruko-ruko lama, museum seni dan sebagainya. Mereka lebih maju dalam heritage tourism service, dan ini bisa menjadi alat jualan mereka juga,” lanjutnya.

Baca Lainnya : Meski Dilanda Badai Pasir, Wisatawan Masih Berdatangan ke Gunung Bromo

Indonesia juga banyak spot-spot wisata sejarah dan budaya yang bisa dikunjungi wisatawan. Menurutnya, pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah bisa meniru bagaimana keseriusan Singapura dalam hal manajemen pariwisata di bidang ini.

Sedangkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan Singapura adalah panorama alamnya yang masih asli, dan ini yang tidak dimiliki negara-negara yang berorientasi pada pembangunan fisik kota.

Sementara itu, Tatiana Gromenko, pendiri Singapore Guide Book (SGB), sebuah digital platform multi-channel mengenai Singapura, mengungkapkan bahwa wisata budaya dan sejarah di Singapura cukup beragam, mulai dari gedung, museum, situs dan sebagainya.

Baca Lainnya : ASEAN Sepakat Seragamkan Standar Tenaga Profesional di Bidang Pariwisata

Bahkan menurutnya, di balik lokasi wisata yang sering dikunjungi para pelancong, terdapat nilai sejarah di belakangnya.

“Misalnya saja Merlion Park. Banyak sekali wisatawan yang mengabadikan momen mereka di sana karena tempatnya yang estetis, apalagi kalau malam hari. Namun mungkin tidak banyak yang tahu kalau lokasi tersebut dulunya adalah kampung nelayan dan konon merupakan tempat pertama kalinya Sir Stamford Raffles menginjakkan kaki di Singapura,” ujarnya.

Selain itu, Singapura sebagai sebuah negara yang multi etnis menyimpan segudang peninggalan sejarah dari berbagai ras khususnya bangsa Melayu.

“Di Singapura banyak sekali masjid-masjid yang sejak zaman dulu yang hingga saat ini masih eksis. Bahkan umurnya rata-rata hampir dua abad, seperti masjid Sulthan, masjid Hajjah Fatimah, dan masjid Omar Kampung. Semua didirikan di zaman kolonial sehingga menjadi prasasti sejarah yang masih diberdayakan sampai sekarang.” teragnnya. [NN]

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: