Magelang Tetapkan Status Darurat Bencana Angin Kencang Tiga Hari Kedepan

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Okt 2019   21:00 WIB

Komentar
Magelang Tetapkan Status Darurat Bencana Angin Kencang Tiga Hari Kedepan

Ilustrasi angin kencang (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Angin kencang melanda Kabupaten Magelang, Jawa Timur, Minggu malam (20/10). Dilaporkan sampai hari ini, angin kencang masih terjadi di wilayah tersebut. Akibat peristiwa tersebut 447 Kepala Keluarga (KK) dari 12 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Magelang mengungsi. Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Magelang menetapkan status darurat bencana angin kencang selama tiga hari kedepan sampai Rabu (23/10). Tujuh kecamatan yang dilanda angin kencang meliputi Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Kecamatan Dukun.

Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menetapkan status darurat bencana angin kencang sejak Senin hingga Rabu (23/10), kata Bupati Magelang Zaenal Arifin.

"Status darurat bencana terhitung sejak hari ini hingga Rabu (23/10), kami siap melakukan penanganan darurat, termasuk mencukupi kebutuhan pengungsi," demikian dikatakan Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam keterangan resmi di Magelang, Senin (21/10).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan angin kencang di Kabupaten Magelang.

"Kami akan meminta penjelasan karena hal itu akan menjadi bagian dari upaya untuk melakukan antisipasi dan kewaspadaan kami di hari-hari mendatang," paparnya.

Edy menambahkan, di Kecamatan Pakis desa yang terdampak angin kencang, yakni Desa Ketundan mengakibatkan tertutupnya akses jalan Dusun Krembyungan menuju Dusun Pogalan dan Dusun Wekas. Sementara di Desa Kenalan Kecamatan Pakis akses jalan Dusun Kenalan tertutup rumpun bambu roboh. Sebanyak 5 rumah tertimpa pohon tumbang, 1 rumah rusak berat di Dusun Kecitran, Ketundan milik Bardi. Dilaporkan sebanyak 853 keluarga atau sekitar 2.682 jiwa dari 6 Dusun mengungsi di Balai Desa Ketundan dan beberapa masjid. Di Desa Pogalan sebanyak 94 jiwa mengungsi ke Balai Desa Pogalan.

Merespon hal tersebut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan bahwa fenomena angin kencang merupakan tanda-tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan atau lebih dikenal sebagai masa pancaroba.

"Ciri-ciri angin kencang pada masa pancaroba pada umumnya bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 45 kilometer per jam atau lebih, dengan sifat hempasan bergerak secara horizontal dengan durasi panjang dan bisa menimbulkan dampak kerusakan," kata Agus melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin. Agus mengatakan angin pada masa pancaroba dapat berlangsung hingga lebih dari sepekan.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tanda-tanda angin kencang yang sudah terjadi pada awal Oktober, maka diperkirakan periode tersebut tidak berlangsung lama seiring dengan pergantian cuaca ekstrem lainnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: