Kena Turbelensi, Helikopter MI-8 Gagal Padamkan Api di Gunung Arjuno-Welirang

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Okt 2019   20:15 WIB

Komentar
Kena Turbelensi, Helikopter MI-8 Gagal Padamkan Api di Gunung Arjuno-Welirang

Ilustrasi Helikopter jenis MI-8 untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi udara pada kawasan Gunung Arjuno-Welirang harus terhenti pada Senin (21/10/2019) pagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan angin kencang di ketinggian gunung tersebut telah menyebabkan turbelensi. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melaporkan, guncangan helikopter karena perubahan kecepatan udara dalam waktu singkat menghalangi operasi pengeboman udara karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.  Helikopter jenis MI-8 akhirnya kembali ke landasan di Lanud TNI AU Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

"Turbulensi disebabkan karena angin di ketinggian cukup kencang sehingga membahayakan operasi pengeboman di beberapa titik yang telah diidentifikasi. Titik tersebut berada di kawasan Maha Pena, Watu Bagong dan Curah Sriti," jelas Agus di Jakarta, Senin (21/10/2019). 

Baca Lainnya : Kota Batu Porak Poranda Diterjang Angin Kencang, 1 Orang Tewas dan 550 Warga Mengungsi

Agus menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim angin bertiup dengan kecepatan 25 knot, di mana normal kecepatan angin untuk penerbangan yang aman berada pada 10 knot. 

Hingga siang angin masih cukup kencang sehingga operasi pengemboman dihentikan

"BPBD akan melanjutkan operasi pengeboman pada esok hari (22/10/2019), pukul 06.00 WIB," ucapnya. 

Baca Lainnya : Kebakaran Hutan dan Lahan Melonjak Hampir 160 Persen pada September 2019 
  
Agus juga menerangkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang ini diinformasikan pertama kali pada Juli 2019 lalu.

Saat itu, lokasi titik api diketahui mendekati puncak di ketinggian sekitar 3.200 meter di atas permukaan laut  dengan tutupan lahan yang didominasi savana. 

"Sedangkan medan menuju lokasi sulit dijangkau, tidak terdapat sumber air, dan kondisi angin cukup kencang," tambahnya. 

Baca Lainnya : 4 Pendaki Dievakuasi dari Kebakaran Hutan Gunung Ranti, Banyuwangi

Selain di kawasan gunung ini, tambah Agus,  BNPB mencatat terjadinya karhutla di kawasan pengunungan di Pulau Jawa. Data BNPB per 21 Oktober 2019, pukul 16.00 WIB karhutla teridentifikasi di Gunung Ungaran, Cikuray, adn Ringgit. 

"Sedangkan karhutla yang telah padam yaitu di Gunung Malabar, Merapi dan Andong," tutupnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: