Aktivitas Vulkanik Menurun, PVMBG Turunkan Status Gunung Tangkuban Parahu ke Level I

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Okt 2019   17:00 WIB

Komentar
Aktivitas Vulkanik Menurun, PVMBG Turunkan Status Gunung Tangkuban Parahu ke Level I

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Kasbani mengumumkan bahwa status Gunung Tangkuban Parahu diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal). Kasbani menjelaskan, rangkaian erupsi pada tahun 2019 diawali dengan erupsi freatik pada 26 Juli 2019, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu,hitam dengan tinggi kolom erupsi 200 sampai 300 meter dari dasar kawah, diikuti dengan rangkaian erupsi menerus selama Bulan Agustus 2019, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu tebal dengan tinggi kolom erupsi 120 hingga 200 m dari dasar kawah. Erupsi terakhir terjadi pada 7 September 2019.

"Terhitung sejak jam 09.00 WIB saat ini, gunung Tangkuban Parahu diturunkan dari level II waspada menjadi level I normal," demikian diungkapkan Kasbani dalam konferensi pers di Kantor PVMBG, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/10).

Diakui Kasbani, pantauan dari tim PVMBG di lapangan, melaporkan bahwa erupsi freatik berupa letusan abu dan lumpur sudah tidak teramati dalam 1 (satu) bulan terakhir. Aktivitas saat ini berupa hembusan gas/uap air dari dasar kawah aktif saat ini (Kawah Ratu) berwarna putih tipis hingga tebal dengan ketinggian rata-rata 50 meter dari dasar kawah.

Pengamatan visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu berada pada pola penurunan.

Erupsi freatik sudah tidak teramati, tetapi perlu diwaspadai ancaman peningkatan konsentrasi gas-gas yang dapat membahayakan keselamatan jiwa yang masih mungkin terjadi di sekitar lubang kawah aktif saat ini.

"Dari pemantauan untuk data-data instrumen dari seismik, ukuran gas ini cenderung menurun dan menunjukan energinya sejak 1 Oktober sampai saat ini energinya menurun dan stabil," lanjut Kasbani.

Selain itu, adanya deplasi atau pengempisan dari gunung inti Tangkuban Parahu menunjukan tidak ada indikasi desakan dari bawah gunung. Gas vulkanik dari kawah juga cenderung tidak ada dan di bawah ambang batas. Melihat kondisi semua ini, data menunjukan baik data visual ataupun instrumen, gunung ini aktivitasnya cenderung menurun dan stabil, maka pada saat ini 21 Oktober 2019 kita turunkan statusnya menjadi normal.

Dalam Level I (Normal) masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan ataupun pendaki tidak direkomendasikan untuk mendekati dasar Kawah Ratu ataupun mendekati kawah-kawah aktif lain di Gunung Tangkuban Parahu.

Kasbani menyebut, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat dan BPBD Kabupaten Subang agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Tangkuban Parahu di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kababupaten Bandung Barat atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

"Wisata Tangkuban Parahu sudah boleh dibuka kembali karena daerah (berbahaya) hanya di dalam kawah. Tapi masyarakat tidak boleh ke wilayah kawah apalagi pada malam hari, karena ada gas juga, tapi siang silahkan," beber Kasbani.

Sebelumnya diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu meningkat sejak 26 Juli 2019. Pada saat ini PVMBG menaikan status gunung dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: