Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Status Gunung Anak Krakatau Masih Waspada

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Okt 2019   18:00 WIB

Komentar
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Status Gunung Anak Krakatau Masih Waspada

Erupsi Gunung Anak Krakatau (Foto : Setkab.go.id --------- Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Gunung Anak Krakatau Diprediksi Meletus Tahun 2040?, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2018/12/26/42325/gunung-a)

Trubus.id -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunun Anak Karakatau masih tinggi. Artinya eruspsi Gunung Anak Krakatau masih terus berlangsung. Melihat kondisi tersebut, PVMBG masih mempertahankan status Gunung Anak Karakatau berada di Level II (Waspada).

“Hingga saat ini secara visual erupsi terpantau masih terus terjadi. Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu berwarna putih-kelabu tebal dengan tinggi kolom 100-300 meter dari dasar kawah. Sementara hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga hari ini Senin 21 Oktober 2019, tingkat aktivitas Anak Krakatau dinilai masih berada pada Level II Waspada," demikian dikatakan Kasbani ketika menggelar konferensi pers di Kantor PVMBG di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/10).

Berdasarkan laporan PVMBG, aktivitas vulkanik yang relatif tinggi juga ditandai dengan terekamnya gempa, erupsi serta getaran tremor yang menerus. Hal itu menurutnya dapat menunjukkan bahwa masih adanya suplai magma serta pelepasan fluida ke permukaan kawah.

Sementara itu, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau terekam masih terus aktif selama periode 1 sampai 20 Oktober 2019. Gempa erupsi, gempa hembusan serta gempa-gempa vulkanik masih terus terjadi.

"Hal ini menunjukan masih adanya suplai magma dan aktivitas vulkanik serta pelepasan fluida ke permukaan," bebernya.

Selain itu, aktivitas pelepasan gas atau letusan kecil pada periode 12-20 Oktober 2019 juga cenderung mengalami kenaikan atau inflasi. Letusan yang terjadi masih terbatas pada letusan freatik dan surtseyan.

"Evaluasi menerus tetap dilakukan untuk mengantisipasi tingkat aktivitas dan potensi ancaman erupsi," tambah Kasbani.

Menurutnya, potensi erupsi atau letusan masih berkemungkinan terjadi dengan intensitas kecil. Selain itu, material letusan yang membahayakan menurutnya hanya sebatas di wilayah kawah.

Selain itu, PVMBG juga tidak merekomendasikan masyarakat ataupun wisatawan untuk beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: