Capai 857 Hektare, Karhutla Melonjak Hampir 160 Persen pada September 2019 

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Okt 2019   18:30 WIB

Komentar
Capai 857 Hektare, Karhutla Melonjak Hampir 160 Persen pada September 2019 

Helikopter pengangkut air menerobos asap kebakran hutan dan lahan di Riau (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan, total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada September 2019 mencapai  857.756 Hektare (ha). Catatan tersebut meningkat drastis, dari total luas karhutla pada Agustus 2019 sebesar 328.724 ha. 

"Kurang lebih kenaikannya 160 persen dibandingkan bulan lalu," jelas Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Panjaitan  di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

Baca Lainnya : Karhutla, Sumsel dan Jambi Masih Diselimuti Asap Tebal dan Jarak Pandang Terbatas

Rafles menjelaskan, dari luas  857.756 ha  karhutla yang tercatat pada September 2019, luas lahan gambut yang terbakar sebesar 227.304 ha dan 630.451 ha lainnya adalah lahan mineral. 

Sementara pada Agustus 2019, lahan gambut yang terbakar 89.563 ha dri total 328.724 ha lahan karhutla. 239.161 ha lahan karhutla lainnya terdapat pada  lahan mineral.

"Kenaikan lahan terbakar seluas 529.032 ha itu terjadi karena beberapa faktor, termasuk faktor cuaca dan iklim yang membuat lahan lebih mudah terbakar,"tambahnya. 

Rafles menerangkana, penyebab karhutala  masih ada El Nino, kemudian juga ada pergerakan arus panas dari Australia ke Asia, termasuk ke Indonesia. Kemudian penumpukan bahan baku yang sudah lama dan masyarakat masih menggunakan pola-pola lama membersihkan lahannya menggunakan api

Hingga saat ini, upaya pemadaman terus dilakukan, pihak-pihak terkait masih berusaha melakukan pemadaman, baik pemadaman darat maupun udara. KLHK juga merinci sudah menurunkan sekitar 389 juta liter air dalam upaya pemadaman.

Baca Lainnya : Merauke Membara, Tradisi Masyarakat Dominasi Karhutla pada 23 Titik Api

Kemungkinan, lanjut Rafles, jika hujan mulai mengguyur maka titik panas dan luas lahan yang terbakar akan mengalami penurunan dalam beberapa bulan ke depan.

"Hasilnya pada titik di daerah rawan mengalami penurunan meski belum berhasil memadamkan semua titik-titik api,"ucapnya.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: