2.557 Hektare Kawasan Hutan Terbakar, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Okt 2019   15:00 WIB

Komentar
2.557 Hektare Kawasan Hutan Terbakar, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Petugas gabungan terus berupaya memadamkan api di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Senin (21/10) (Foto : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR))

Trubus.id -- Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Hingga Senin (21/10) kepulan asap terlihat hingga ke kawasan hutan Pelawangan Senaru Gunung Rinjani dari Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibat peristiwa tersebut, sejak Minggu (20/10), Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup semua jalur pendakian ke Gunung Rinjani sampai batas waktu yang belum ditentukan. Jalur yang ditutup meliputi jalur pendakian Senaru, Sembalun, Timbanuh, dan Aik Berik.

Dilaporkan sebanyak 61 pendaki diduga masih berada di Gunung Rinjani ketika kebakaran terjadi. Pasalnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melaporkan, Sabtu (19/10) tercatat ada 75 pendaki. Tapi sebanyak 72 orang turun pada hari yang sama, sementara tiga pendaki lain turun pada Minggu (20/10). Berdasarkan laporkan TNGR sampai Minggu malam di jalur pendakian Senaru dinyatakan telah kosong dari aktivitas pendakian.

Baca Lainnya : Meski Dilanda Badai Pasir, Wisatawan Masih Berdatangan ke Gunung Bromo

Sementara Minggu malam, di jalur pendakian Sembalun sebanyak 29 pendaki diantaranya 25 pendaki warga negara asing dan 4 pendaki lokal. Kemudian jalur pendakian Aiq Berik, terdapat 22 pendaki, sementara itu di jalur pendakian Timbanuh terdapat 10 orang pendaki. Sehingga sebanyak 61 orang pendaki masih berada di Gunung Rinjani sampai Minggu malam di jalur Sembalun.

"Info dari kepala resort, camp area Sembalun aman karena cukup luas dan tidak ada bahan bakarnya. Untuk jalur selatan masih aman (jalur) Aikberik dan Timbanuh," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady.

Dedy mengatakan, penutupan dilakukan guna memaksimalkan penanganan kebakaran, serta memastikan jalur pendakian aman dari kebakaran serta menjaga keselamatan para pendaki.

Akibat kebakaran hutan tersebut, seluruh aktivitas pelayanan registrasi pendakian pada semua jalur pendakian dihentikan.

Baca Lainnya : Masyarakat Diimbau BNPB Antisipasi Dini Bencana Hidrometeorologi Jelang Musim Hujan

BTNGR juga mengimbau kepada pengunjung agar mencari titik aman dan segera meninggalkan lokasi Pelawangan Sembalun.

Dilaporkan, luas areal kebakaran hutan di wilayah Senaru dan Sembalun yang terjadi dari tanggal 19 Oktober 2019 sampai 20 Oktober 2019 diperkirakan mencapai 2.557 hektare.

"Iya masih, untuk kegiatan pemadaman akan selesai jika dipastikan sudah padam di lapangan," ujar Dedy Senin (21/10).

Pihaknya mengakui hingga hari ini, Senin (21/10) proses pemadaman api di kawasan TNGR masih terus dilakukan.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: