Heboh, Pelanggan PDAM Tirtawening Bandung Disuplai ‘Sirup’

TrubusNews
Trubus News
16 Juli 2017   03:25 WIB

Komentar
Heboh, Pelanggan PDAM Tirtawening Bandung Disuplai ‘Sirup’

Dirut PDAM Tirtawening Sonny Salim (tengah) memberi keterangan terkait air berwarna yang mengalir ke pelanggan. (Foto : Foto: Prfm News)

Seorang pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Titawening di RW 06, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, mengunggah video air berwarna merah dari kran rumahnya di laman Facebook. Dikhawatirkan, air tersebut tidak layak diminum karena mengandung racun.

Menanggapi peristiwa tersebut, petugas PDAM Tirtawening langsung melakukan investigasi ke rumah-rumah pelanggannya yang mengeluhkan air seperti sirup itu, salah satunya rumah milik yang mengunggah video.

Direktur Utama Tirtawening Sonny Salim memastikan pihaknya tidak memproduksi air berwarna merah itu. “Sepajang umur PDAM tidak pernah produksi air berwarna merah,” ucap Sonny di kantor PDAM Tirtawening, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Jumat (14/7/2017).

Dugaan sementara, kata Sonny, air berubah menjadi warna merah karena sejumlah faktor. Bisa persoalan pada sistem distribusi, terjadinya kebocoran atau unsur kesengajaan oknum tidak bertanggung jawab.

Untuk memastikan penyebab berubahnya air menjadi berwarna merah, PDAM Tirtawening bekerjasama dengan Polda Jawa Barat tengah mendalami penyebabnya. Diharapkan hasil investigasi bisa secepatnya diketahui.

Diungkapkannya, hasil penyelidikan sementara belum ditemukan adanya kebocoran pipa, sehingga pihaknya masih mencari tahu kemungkinan-kemungkinan lain kenapa air PDAM Tirtawening tercemar.

Sonny mengaku sulit untuk menganalisa terkait temuan air berwarna merah tersebut, karena pelanggan yang tercemar berada di lokasi berbeda-beda. Padahal, distribusi PDAM Tirtawening berada dalam satu jalur.

“Tapi faktanya ada beberapa rumah saja dan lokasinya tidak satu jalur. Ini yang perlu didalami,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, ada sekitar 500 pelanggan PDAM Tirrtawening. Namun dia aneh yang tercemar lokasinya berbeda-beda.

“Masalahnya kenapa hanya tiga rumah saja, sementara PDAM Tirtawening melayani 500 rumah,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Ia pun tidak menutup kemungkinan ada oknum yang sengaja mencemari air di tiga rumah tersebut. “Diduga dilakukan oknum tertentu yang hanya dilakukan di tiga rumah itu. Kalau terjadi kebocoran dari pipa PDAM, harusnya 500 rumah juga tercemar,” tukasnya.[AS]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: