Puluhan Personel TNI Hingga Polri Bongkar Rumah Warga yang Roboh Akibat Gempa Maluku

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Okt 2019   14:00 WIB

Komentar
Puluhan Personel TNI Hingga Polri Bongkar Rumah Warga yang Roboh Akibat Gempa Maluku

Rumah warga roboh akibat gempa Ambon 26 September 2019 (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Puluhan personel TNI dan Polri pada Sabtu mulai membantu membongkar rumah warga yang roboh akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 (M 6,5) yang terjadi Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat di Provinsi Maluku, 26 September 2019 lalu. Selain membongkar rumah warga, personel TNI dan Polri juga turut membantu membersihkan puing-puing rumah.

Komandan Distrik Militer 1504 Pulau Ambon Letkol Kav. Cecep Tendi Sutandi selaku penanggungjawab lapangan mengatakan, saat ini sebanyak 50 personel dari Komando Rayon Militer Salahutu dan Leihitu serta 25 personel dari Denzipur dan Denkav Komando Resor Militer yang membantu pembongkaran dan pembersihan rumah warga dengan dukungan personel Polri dan warga setempat. Dikatakannya, kegiatan karya bhakti untuk membantu warga di dua kecamatan tersebut rencananya dilakukan selama tiga hari.

"Nanti kita lihat, kalau dalam tiga ke depan waktunya tidak cukup maka akan diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan. Pembersihan hanya untuk rumah warga yang rusak berat atau roboh saja," katanya di Ambon, Sabtu (19/10) mengutip Antaranews.

Setelah selesai membantu pembongkaran dan pembersihan bangunan yang roboh akibat gempa di Kecamatan Salahutu dan Leihitu, tim TNI akan bergerak ke Pulau Haruku untuk memberikan bantuan serupa minggu depan.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dalam bangunan rumah warga yang roboh kebanyakan terbuat dari beton sehingga pembongkaran dan pembersihannya secara manual membutuhkan waktu lebih lama.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait di Pemerintah Provinsi Maluku guna menyediakan alat berat yang dibutuhkan untuk membongkar bangunan rumah warga yang roboh serta membersihkan puing-puing rumah yang rusak akibat gempa.

"Saya sudah bicarakan dengan Pemprov Maluku. Mudah-mudahan hari ini alat berat dan truk sudah dikerahkan sehingga mempermudah pembersihan puing-puing bangunan rumah warga yang roboh," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan camat dan aparat Negeri Liang untuk memberi tahu warga mengenai upaya TNI membantu membongkar dan membersihkan bangunan rumah atau rumah ibadah yang roboh karena gempa untuk memastikan tidak ada warga yang keberatan saat ada pengerahan alat berat untuk keperluan itu.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: