Pecinta Alam Malaysia Kecam Perdagangan Bebas Bayi Hiu Martil di Pasar Serawak

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Okt 2019   11:00 WIB

Komentar
Pecinta Alam Malaysia Kecam Perdagangan Bebas Bayi Hiu Martil di Pasar Serawak

Ilustrasi bayi-bayi hiu yang diperjual belikan (Foto : Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho)

Trubus.id -- Pecinta alam Mayasia mengecam temuan bayi-bayi hiu martil yang diperdagangkan di sejumlah pasar di kota Miri, Sarawak, Malaysia. Mereka mempertanyakan para nelayan Serawak yang menangkap bayi-bayi hiu martil tersebut.

"Ini (bayi hiu) adalah ciptaan yang sangat berharga yang dijual di pasar ikan. Apakah ada perlunya menangkap atau memakan ikan ini," tulis salah seorang natizen yang khawatir ketika merespon foto bayi hiu malang yang diperjual belikan, mengutip Tempo, Sabtu (19/10).

Sebuah foto yang beredar di sosial media karena mebuat geger netizen di mana seorang pria memasukkan potongan daging ikan hiu ke dalam kantong plastik di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jenis hiu yang ditangkap adalah jenis hiu Kejen atau Silky Shark (Carcharhinus Falciformis) yang banyak ditemukan di perairan sekitar kawasan tersebut. ANTARA

Foto bayi ikan hiu yang dijual di pusat pasar ikan itu beredar di media sosial. Bayi - bayi ikan hiu martil dijual bersama spesies ikan lainnya.

Pusat pasar ikan Miri berlokasi di kawasan kota tua Cina. Foto itu sudah diserahkan ke Kepala Eksekutif Kerja Sama Kehutanan Sarawak Zolkipli Mohamad Aton.

"Dari foto itu sebenarnya masih sulit untuk mencari tahu apa persisnya spesies dari hiu tersebut. Saya harus meneruskan hal ini ke tim investigasi untuk pembuktian," kata Zolkipli, seperti dikutip dari asiaone.com.

Sebagai informasi, ppantai Sarawak berada tepat di perbatasan perairan Laut Cina Selatan yang memiliki sembilan spesies ikan martil. Sementara empat spesies hiu martil yakni ikan Oceanic Whitetip, Smooth Hammerhead, Great Hammerhead dan Wing Head merupakan spesies ikan yang dilindungi.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: