Hari Terakhir Bertugas, Menteri Susi Tak Dendam Malaysia Tenggelamkan Kapal Ikan Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Okt 2019   21:45 WIB

Komentar
Hari Terakhir Bertugas, Menteri Susi Tak Dendam Malaysia Tenggelamkan Kapal Ikan Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memimpin langsung penggelaman kapal ikan ilegal (Foto : KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku tidak merasa dendam terhadap Kementerian Pertanian dan Perikanan Malaysia, yang menenggelamkan kapal perikanan Indonesia. Sebelumnya, media massa di Negeri Jiran ramai memberitakan tindakan tersebut sebagai balasan penenggalaman kapal oleh pemerintah Indonesia. 

"Tidak, Setiap negara yang berdaulat berhak melakukan, mempertahankan dan melaksanakan aturan sesuai dengan kedaulatan mereka. Itu adalah konsekuensi," jelas Menteri Susi dalam peluncuran buku Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019 di Mina Bahari III, Jakarta, Jumat (18/10/2019). 

Menteri Susi menambahkan,  dalam lima tahun menahkodai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  setiap kebijakan yang dia ambil sudah dia pikirkan matang-matang dan berdasarkan hasil analisa. 

Baca Lainnya : Jelang Purna Tugas, Menteri Susi Sudah Tengelamkan 556 Kapal Ikan Ilegal 

Dalam mengeluarkan kebijakan, Susi berusaha untuk melihatnya tidak hanya dengan mata, mendengarnya tidak hanya dengan telinga, dan merasa tidak hanya dengan tangan.

"Saya bukan orang yang spontan dan just do it tanpa ada analisa. Sebetulnya banyak thinking, dan banyak proses bertanya dalam kepala saya, sebelum saya keluarkan sesuatu ke publik,"ungkapnya. 

"So far saya tidak pernah menyesal dengan sesuatu yang sudah saya keluarkan," tambahnya. 

Lebih lanjut, perempuan 54 tahun asal Pangandaran itu mengucapkan terima kasih atas segala dukungan rekan-rekannya di KKP.  Ia berpesan kepada seluruh jajarannya untuk terus memerangi illegal fishing yang saat ini telah berhasil dikurangi. 

Menurut dia, komitmen untuk terus memerangi pencurian ikan itu merupakan tugas berat yang harus terus diperjuangkan.

"Ilegal fishing telah diperangi oleh KKP. Lanjutkan! Karena kalau tidak, maka kita akan kembali ke zaman dulu lagi. Berdaulat, berkelanjutan dan yang terakhir Kesejahteraan, ini tugas yang paling berat, karena disitu banyak kepentingan," tegasnya. 

Baca Lainnya : Hari Ini, Menteri Susi Berencana Tenggelamkan 19 Kapal Ikan Asing Serentak

Selain memerangi penangkapan ikan ilegal, Susi juga berpesan agar semua orang tetap menjaga dan merawat laut Indonesia. "Saya berharap apa yang baik terus dilanjut, apa yang tidak baik jangan diulangi. Siapapun Menteri KKP selanjutnya, ibu telah meninggalkan semangat untuk mencintai menjaga merawat laut kita dengan segala usahanya," tambahnya lagi.

Selama 2019, kapal pengawas perikanan KKP telah berhasil menanggkap 51 Kapal Ikan Asing (KIA) yang terdiri dari 20 Malaysia, 19 Vietnam, 11 Filipina, dan 1 Panama.  Secara keseluruhan, sampai Oktober 2019  sekitar 558 kapal sudah ditenggelamkan. 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: